Netizen Heboh Soal Glowing Berlebihan yang Bikin Terlihat Tua? Ini Kiat Perawatan Kulit Sesuai Usia, Agar Segar Alami

Iis Zatnika
18/4/2026 09:58
Netizen Heboh Soal Glowing Berlebihan yang Bikin Terlihat Tua? Ini Kiat Perawatan Kulit Sesuai Usia, Agar Segar Alami
Perawatan kulit secara lebih intens disarankan mulai usia 13 tahun, namun pada usia 20 sudah diperkenankan menggunakan skin booster atau suntikan berbahan HA dan vitamin jika diperlukan.(Dok Istimewa)

Di media sosial baru saja muncul diskusi seru yang dipicu postingan seorang perempuan 30 tahun yang curhat karena kerap disangka 40 tahunan. Ratusan komentar muncul, namun menariknya, Sebagian sepakat bahwa tampilan kulit yang sekilas tampak cerah, mulus, serta glowing yang terlihat dalam fotonya, terlihat berlebihan. Glowing yang over itulah yang kemudian disebut netizen yang justru membuat tampilan terlihat lebih tua dari usia biologis. 

Dara Ayuningtyas, dokter kecantikan yang juga Chief Clinical Officer Zap menjelaskan, glowing tanpa berlebihan memang kini banyak dikupas untuk menekankan pentingnya tampilan kulit yang sehat, alami, dan proporsional “Tren kulit glowing memang semakin populer, terutama melalui media sosial. Namun, tren ini juga memunculkan interpretasi yang kurang tepat, kulit dibuat terlihat terlalu mengilap atau tidak natural sehingga justru bisa terlihat lebih tua dari usia sebenarnya. Ciri glowing berlebihan itu, kulit tampak terlalu mengilap hingga terlihat berminyak, permukaan kulit terlihat seperti basah atau reflektif secara tidak wajar, menghilangkan dimensi alami wajah serta menutupi tekstur kulit sehingga terlihat kurang realistis,” kata Dara. 

Sebaliknya, glowing yang sehat terlihat dari kulit yang cerah, lembap, dan segar secara alami, bukan karena tampak berminyak. Teksturnya halus, warna kulit merata, dan wajah terlihat sehat serta lebih muda. “Kilau yang muncul biasanya lembut dan natural, terutama di area tulang pipi, dahi, dan batang hidung.”

Dara menjelaskan, kulit glowing yang berberlebihan dipicu penggunaan produk perawatan kulit yang berlapis dan terlalu berat, serta tidak disesuaikan dengan kebutuhan kulit. “Akibatnya, wajah terlihat tidak natural, kosmetik tampak berat dan kurang elegan, serta kulit terlihat lebih berminyak daripada sehat,” kata Dara.  

Agar kondisi kulit sehat dan tampilan glowing yang diinginkan terlihat natura, Dara kemudian merinci kiat merawat kulit yang disesuaikan tahapan usia. 

Pada usia remaja (13–19 tahun), fokus utama adalah menjaga kesehatan kulit. Gunakan pembersih wajah yang lembut, pelembap, dan tabir surya setiap hari. Hindari penggunaan produk atau perawatan yang terlalu agresif. Jika terdapat masalah seperti jerawat, sebaiknya konsultasi ke dokter agar penanganannya tepat. “Pada tahapan ini biasanya yang jadi favorit adalah penanganan jerawat, komedo, serta kulit kusam, tentunya semua prosesnya kami sesuaikan dengan kondisi kulit remaja. 

Selanjutnya, pada usia dewasa muda (20–29 tahun), perawatan diarahkan pada hidrasi dan pencegahan penuaan dini. Tambahkan serum yang mengandung hyaluronic acid (HA), vitamin C, atau antioksidan untuk menjaga kulit tetap cerah dan sehat. Penggunaan tabir surya tetap menjadi langkah wajib. “Pada tahap ini, perawatan sudah bisa dipilih namun sifatnya ringan seperti facial medis, laser ringan, atau skin booster dapat membantu mempertahankan kualitas kulit.”

Berikutnya, pada usia 30 tahun ke atas, fokus beralih pada peremajaan dan menjaga elastisitas kulit. Gunakan produk perawatan kulit dengan kandungan retinol, peptida, dan antioksidan untuk membantu regenerasi kulit dan merangsang produksi kolagen. Perawatan perpaduan medis dan estetika seperti skin booster, laser, atau prosedur antiaging dapat dipertimbangkan untuk menjaga kulit tetap kencang, lembap, dan bercahaya alami.

Mulai usia 20, Dara juga menyarankan mempertimbangkan perawatan skin booster atau prosedur estetika nonbedah yang melibatkan penyuntikan bahan aktif, seperti HA, vitamin, atau mineral, langsung ke dalam lapisan dermis kulit untuk meningkatkan hidrasi, elastisitas, dan kesehatan kulit secara menyeluruh. 

“Ada produk skin booster Baby Glow yang mengandalkan 8 titik injeksi presisi yang telah dipetakan khusus untuk membantu meningkatkan kualitas kulit secara menyeluruh. Tidak hanya berfokus pada kulit cerah instan, tetapi juga pada hidrasi mendalam, perbaikan tekstur, serta tampilan kulit yang lebih halus dan refined,” kata Dara. 

Bahan aktif di dalamnya, Redensity 1, berasal dari pabrikan aneka produk perawatan kulit Teoxane yang berbasis di Jenewa, Swiss. “Agar hasilnya yaitu kulit terlihat sehat dan segar dari dalam tercapai, maka pada usia 20–35 tahun, disarankan untuk menjalani 2 sesi dengan jarak 4 minggu, sedangkan bagi yang berusia di atas 35 tahun, disarankan untuk melakukan 3 sesi dalam waktu 10 minggu.

Kandungan HA, vitamin, asam amino, dan antioksidan disebut ampuh meningkatkan kualitas kulit, hidrasi, dan kecerahan. HA sendiri bekerja dengan menarik kelembapan dari lingkungan atau lapisan kulit yang lebih dalam dan menguncinya di permukaan kulit. Zat ini berperan sebagai humektan yang mampu menahan air hingga 1.000 kali beratnya, sehingga kulit tetap terhidrasi, kenyal, dan elastis. 

Pada sumber alami, HA bisa didapat dari kaldu tulang yang disebut mengandung HA terkaya karena diekstrak dari tulang dan jaringan ikat. Selain itu, jeroan yang kaya jaringan ikat. Ada pula umbi-umbian seperti ubi jalar dan kentang mengandung bahan yang membantu merangsang produksi HA. Sayuran Hijau yaitu kale dan bayam yang mengandung zat yang menunjang sintesis HA. Buah Sitrus yaitu jeruk dan anggur, yang mengandung naringenin, yang dapat menghambat kerusakan asam hialuronat dalam tubuh. 

Berikutnya, kacang-kacangan yaitu almon dan kacang tanah yang kaya magnesium dan vitamin E yang mendukung produksi HA dan melindungi kulit. Yang paling murah, mudah, dan enak tentunya aneka produk sejenis tahu berbahan kedelai yang mengandung isoflavon yang membantu meningkatkan kadar HA alami. (X-6)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Iis Zatnika
Berita Lainnya