Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PASAR saham dunia sebagian besar jatuh pada Senin (30/1) (Selasa pagi WIB) dan dolar merosot terhadap mata uang "safe-haven" yen, setelah pembatasan imigran baru AS memicu kekhawatiran tentang dampak kebijakan-kebijakan Presiden AS Donald Trump terhadap perdagangan dan ekonomi global.
Saham-saham di Wall Street membukukan hari terburuk mereka sepanjang tahun ini setelah perintah eksekutif Trump pada Jumat (27/1), melarang pengungsi Suriah dan tujuh negara Islam menangguhkan perjalanan ke AS. Kebijakan tersebut dibaca telah kembalinya kebijakan proteksionis AS.
Dolar jatuh terhadap yen karena investor mencari keamanan ke mata uang Jepang, dan emas sedikit tinggi di tengah meningkatnya ketidakpastian politik. Emas berjangka naik 0,4 persen menjadi menetap di 1.193,20 dolar AS per ounce. Sementara dolar merosot 1,18 persen menjadi 113,70 yen.
Reaksi negatif terhadap perintah eksekutif Trump relatif menghambat harapan investor dengan adanya janji-janji pemotongan pajak dan peraturan yang lebih sederhana.Risiko potensial dari
beberapa kebijakan Trump telah mengurangi antusiasme.
Indeks Volatilitas CBOE, yang dikenal sebagai "ukuran ketakutan" Wall Street, naik 1,32 poin menjadi 11,90 dari posisi terendah multi-tahun. Antusias investor atas harapan dari agenda pro-bisnis Trump, terutama
reformasi pajak dan peraturan, telah mendorong reli, kata Rick Meckler, presiden hedge fund LibertyView Capital Management LLC di Jersey City, New Jersey.
"Dua hal ini yang paling penting," kata Meckler. "Kita tampak benar-benar terjebak sekarang dalam reformasi imigrasi dan pembatasan perjalanan."
Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di First Standard Financial di New York, mengatakan bahwa investor telah difokuskan pada proposal-proposal pro-pertumbuhan Trump dan mengabaikan apapun yang merugikan untuk kegiatan ekonomi, seperti proteksionisme.
Indeks saham semua-negara dunia, MSCI, turun 0,62 persen, sedangkan Indeks FTSEurofirst 300 saham-saham pan-Eropa terkemuka ditutup turun 1,06 persen. Indeks saham di Jerman, Prancis, Italia dan Spanyol semua turun lebih dari satu persen. Saham-saham di Wall Street juga jatuh sekitar satu persen tetapi mengurangi beberapa kerugian mereka di akhir sesi.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 122,65 poin, atau 0,61 persen, menjadi 19.971,13 poin. Indeks S&P 500 yang kehilangan 13,79 poin, atau 0,60 persen, menjadi 2.280,9 poin, dan indeks komposit Nasdaq merosot 47,07 poin atau 0,83 persen menjadi 5.613,71 poin.
Sebelumnya di pasar Asia, Nikkei Jepang turun 0,5 persen dan pasar saham Australia turun 0,9 persen. Euro jatuh ke tingkat terendah 11-hari terhadap dolar setelah rilis data inflasi Jerman sedikit lebih lemah dari yang diharapkan.
Namun, euro stabil karena investor menilai kembali harga-harga konsumen yang mencapai tertinggi dalam tiga setengah tahun. Euro tidak berubah pada 1,0694 dolar.(OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved