Malam Ini Tim Polri Berangkat ke Sudan

Antara
25/1/2017 00:00
Malam Ini Tim Polri Berangkat ke Sudan
()

KAPOLRI Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengatakan tim Polri akan berangkat ke Sudan pada Rabu (25/1) malam ini terkait kasus penyelundupan senjata dan amunisi yang diduga dilakukan pasukan perdamaian Indonesia (Formed Police Unit/FPU) VIII di Bandara Al-Fashir.

"Yang jelas akan kita kirim tim, malam ini akan berangkat ke sana memberi bantuan hukum, koordinasi dengan pemerintah setempat, termasuk dengan PBB maupun otoritas Sudan," kata Tito usai mendampingi Presiden Joko Widodo memberi pengarahan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Polri tahun 2017 di Jakarta.

Kapolri juga membantah jika pasukan perdamaian Indonesia melakukan penyeludupan senjata dan amunisi melalui Bandara Al-Fasir Sudan. Tito menjelaskan bahwa 10 koper yang berisi berbagai senjata dan amunisi
itu bukan milik Polri yang telah menyelesaikan tugasnya di Sudan.

"Karena sebelumnya koper-koper sudah diperiksa sebanyak 141 koli sebelum berangkat ke bandara pada 19 Januari 2017. Itu sudah masuk ke dalam kontener," kata Tito.

Dan pada 21 Januari (20 Januari waktu Sudan), lanjut Kapolri, FPU Indonesia berangkat ke bandara dan kontainernya dihitung termasuk isinya tetap sama sebanyak 141 kpoer. "Barang itu keluar masuk bandara lewat 'x-ray' sampai di ruang tunggu umum.

Di ruang tunggu umum itu baru 30 koper yang masuk dan koper itu semua ada identitasnya VPU Indonesia," jelasnya. Berjarak 10 meter dari komper milik VPU Indonesia terdapat 10 koper tanpa identitas dan bentuknya berbeda dengan koper milik tim Polri. "Itu tempat umum, 10 koper itu ditanya milik siapa dan dijawab petugas Indonesia bukan milik kita. Milik kita totalnya 141," jelas Kapolri.

Selanjutnya petugas bandara langsung memasukkan tas-tas tersebut ke "X-ray" dan ditemukan 100 senjata berbagai macam serta amunisi. "Petugas kita menyangkal, itu bukan milik kita karena jumlahnya 141 dan
tempatnya beda," terang Tito.

Kapolri juga mengatakan untuk apa FPU Indonesia menyeludupkan senjata dan amunisi, karena sudah sangat kecukupan dan memiliki produksi sendiri, PT Pindad.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya