Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Irlandia Utara (PSNI) resmi memulai penyelidikan percobaan pembunuhan setelah sebuah mobil curian yang dipasangi bom meledak di luar kantor polisi Dunmurry, pinggiran Belfast, pada Sabtu (25/4) malam. Penyelidikan awal mengarah pada keterlibatan kelompok republiken pembangkang yang dikenal sebagai New IRA.
Insiden bermula sekitar pukul 22:50 BST ketika seorang pengemudi layanan pengantar barang dibegal di kawasan Twinbrook, Belfast Barat. Pelaku kemudian memasang perangkat silinder gas di mobil tersebut dan memaksa sang pengemudi untuk mengendarainya menuju kantor polisi Dunmurry.
Ledakan terjadi tepat saat petugas kepolisian sedang mengevakuasi sejumlah warga sekitar ke lokasi yang lebih aman, termasuk di antaranya dua orang bayi. Wakil Kepala Polisi PSNI, Bobby Singleton, mengonfirmasi tidak ada korban jiwa maupun luka-luka berkat aksi sigap para petugas di lapangan.
"Pikiran kami hari ini tertuju pada semua orang yang terkena dampak serangan pengecut ini, serta bagi pengemudi pengantar barang yang pastinya mengalami pengalaman yang sangat traumatis," ujar Singleton.
Pihak kepolisian mencatat adanya "banyak kesamaan" antara insiden ini dengan serangan di kantor polisi Lurgan, County Armagh, bulan lalu. New IRA sendiri sebelumnya telah mengeklaim bertanggung jawab atas serangan di Lurgan tersebut.
Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, mengutuk keras serangan ini melalui unggahan di media sosial X. "Pikiran saya tertuju pada komunitas lokal, dan para petugas PSNI yang bekerja setiap hari untuk menjaga keamanan orang-orang. Saya mendesak siapa pun yang memiliki informasi untuk melapor. Mereka yang bertanggung jawab akan diadili," tegas Starmer.
Kepala Polisi Jon Boutcher turut mengecam tindakan tersebut dan menyebut para pelaku sebagai "idiot yang tidak berpikiran" karena telah membahayakan nyawa warga sipil dan anak-anak kecil di lingkungan padat penduduk tersebut.
Kecaman serupa datang dari pimpinan Irlandia Utara. Menteri Besar Michelle O'Neill menegaskan bahwa kelompok di balik serangan tersebut tidak memiliki visi dan dukungan dari masyarakat.
"Komunitas kita berhak mendapatkan perdamaian. Tidak ada yang boleh merampas hal itu dari generasi muda dan generasi mendatang kita," tulis O'Neill.
Istilah "pembangkang republiken" merujuk pada kelompok-kelompok yang menolak Perjanjian Jumat Agung (Good Friday Agreement) tahun 1998, kesepakatan damai yang mengakhiri konflik panjang di Irlandia Utara. Meskipun kelompok utama seperti Provisional IRA telah meletakkan senjata pada 2005, kelompok-kelompok kecil seperti New IRA tetap melakukan kampanye kekerasan secara sporadis.
Ketua Badan Kepolisian, Brendan Mullan, menyatakan bahwa perangkat ledak tersebut sengaja dikirim untuk membunuh petugas dan menyebabkan kerusakan maksimal di jantung pemukiman warga. Ia menyebut insiden kedua dalam beberapa minggu terakhir ini sebagai hal yang sangat memprihatinkan bagi proses perdamaian di Irlandia Utara. (BBC/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved