Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SITUASI keamanan di Mali memburuk secara drastis setelah serangkaian serangan terkoordinasi oleh kelompok militan jihadis dan pemberontak separatis melanda berbagai wilayah negara tersebut. Dalam insiden paling mematikan, Menteri Pertahanan Mali, Sadio Camara, dikonfirmasi tewas akibat serangan bom bunuh diri yang menargetkan kediamannya di dekat ibu kota Bamako.
Stasiun televisi negara melaporkan Camara mengembuskan napas terakhir di rumah sakit setelah mengalami luka parah saat terlibat baku tembak dengan para penyerang. Juru bicara pemerintah, Issa Ousmane Coulibaly, menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan menggunakan kendaraan bermuatan bahan peledak yang dikemudikan oleh seorang pelaku bom bunuh diri.
"Menteri terlibat baku tembak dengan para penyerang dan berhasil melumpuhkan beberapa di antaranya. Namun, ia terluka dan kemudian meninggal dunia di rumah sakit," ungkap Coulibaly dalam pernyataan resmi pada Minggu malam.
Ledakan dahsyat tersebut tidak hanya menghancurkan kediaman Camara, tetapi juga meruntuhkan sebuah masjid di dekatnya, yang dilaporkan menewaskan sejumlah jemaah. Setidaknya tiga anggota keluarga menteri juga dikabarkan tewas dalam serangan yang diduga didalangi oleh kelompok yang berafiliasi dengan al-Qaeda tersebut.
Serangan ini merupakan bagian dari gelombang kekerasan yang melanda beberapa kota besar sekaligus, termasuk Kati, Gao, Sevare, Mopti, dan Kidal. Pemimpin junta militer Mali, Jenderal Assimi Goita, dilaporkan telah dipindahkan ke lokasi yang aman setelah kediamannya turut menjadi sasaran serangan.
Ulf Laessing, kepala program Sahel di Konrad Adenauer Foundation, menyebut insiden ini sebagai "serangan jihadis terkoordinasi terbesar di Mali selama bertahun-tahun."
Di wilayah utara, kelompok separatis Front Pembebasan Azawad (FLA) mengeklaim telah berhasil merebut kembali kota strategis Kidal. Mereka menyatakan tentara bayaran Rusia yang disewa pemerintah telah sepakat untuk menarik diri dari wilayah tersebut setelah pertempuran sengit selama dua hari.
"Kidal sekarang bebas," ujar juru bicara FLA, Mohamed Elmaouloud Ramadane. Meskipun demikian, pihak militer Mali belum memberikan konfirmasi resmi mengenai klaim jatuhnya kota yang pernah menjadi markas besar gerakan separatis Tuareg tersebut.
Pemerintah Mali telah memberlakukan jam malam di beberapa wilayah, termasuk Bamako, serta memperketat penjagaan di titik-titik pemeriksaan. Militer Mali menegaskan bahwa kekerasan ini "tidak akan dibiarkan begitu saja."
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, bersama blok regional Afrika Barat (Ecowas) dan Uni Afrika, mengecam keras aksi kekerasan tersebut dan menyatakan solidaritas bagi rakyat Mali.
Mali saat ini dipimpin oleh junta militer di bawah Jenderal Goita yang merebut kekuasaan lewat kudeta tahun 2020. Meski berjanji memulihkan keamanan dengan bantuan tentara bayaran Rusia pasca-penarikan pasukan Prancis dan PBB, sebagian besar wilayah utara dan timur Mali nyatanya masih berada di bawah kendali kelompok bersenjata. (BBC/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved