Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA paleontologi internasional digemparkan dengan publikasi penemuan fosil unik yang dinamakan Breugnathair elgolensis. Temuan ini menjadi sorotan utama karena memiliki anatomi mosaik yang menggabungkan ciri fisik ular dan biawak, sekaligus menyingkap misteri hubungan evolusioner yang selama ini tersembunyi di antara kedua kelompok reptil tersebut.
Fosil Breugnathair ditemukan di Formasi Kilmaluag, Pulau Skye, Skotlandia. Lokasi ini dikenal sebagai salah satu situs terpenting di dunia untuk mempelajari ekosistem periode Jura Tengah. Spesies ini diperkirakan hidup sekitar 167 juta tahun yang lalu.
Nama Breugnathair diambil dari bahasa Gaelik Skotlandia yang secara harfiah berarti ular palsu. Penamaan ini merujuk pada morfologi kepalanya yang sangat menyerupai ular, meskipun struktur tubuhnya secara keseluruhan adalah kadal.
Hal yang paling merevolusi pemahaman ilmuwan yaitu anatomi mosaik. Berdasarkan hasil pemindaian CT-scan resolusi tinggi, para peneliti menemukan fakta-fakta anatomi yang kontradiktif tetapi nyata:
Selama puluhan tahun, asal-usul ular menjadi perdebatan sengit di kalangan ahli biologi. Teori arus utama sebelumnya terbelah antara asal-usul dari kadal penggali lubang atau reptil laut. Namun, Breugnathair memberikan perspektif ketiga yang mengejutkan.
Data filogenetik terbaru menunjukkan bahwa ciri khas ular, seperti tengkorak fleksibel untuk menelan mangsa besar, ternyata sudah muncul pada kelompok kadal jauh sebelum mereka kehilangan kaki. Ini membuktikan bahwa evolusi wajah ular terjadi jauh lebih awal dari perkiraan sebelumnya dan tidak terjadi secara simultan dengan hilangnya anggota gerak (tungkai).
Analisis mendalam menempatkan Breugnathair dalam famili Parviraptoridae. Kelompok ini dianggap sebagai kerabat dekat dari leluhur yang nantinya membelah menjadi garis keturunan ular (Serpentes) dan biawak (Varanidae) dalam pohon keluarga reptil bersisik (Squamata).
"Breugnathair adalah potongan teka-teki yang hilang. Temuan ini mengonfirmasi bahwa banyak fitur yang kita anggap unik pada ular sebenarnya adalah warisan dari nenek moyang kadal purba yang hidup di periode Jura," ungkap peneliti dari University College London dan American Museum of Natural History.
Dengan ditemukannya fosil ini, peta evolusi reptil kini harus digambar ulang, menempatkan Skotlandia sebagai titik krusial dalam sejarah perkembangan predator melata di bumi. (Nature/I-2)
Penemuan spesies reptil purba Tainrakuasuchus bellator berusia 240 juta tahun, membuka wawasan baru tentang evolusi leluhur buaya dan hubungan geologis Brasil-Afrika.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved