Pemerintahan Trump Turunkan Ganja ke Golongan III, Industri Raup Untung

Wisnu Arto Subari
24/4/2026 06:35
Pemerintahan Trump Turunkan Ganja ke Golongan III, Industri Raup Untung
Ilustrasi.(Freepik)

PEMERINTAHAN Amerika Serikat di bawah Donald Trump secara resmi mengklasifikasikan ulang ganja sebagai obat yang kurang berbahaya. Langkah ini merupakan perubahan kebijakan federal paling signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Hal tersebut diprediksi akan mempermudah transaksi perdagangan ganja serta memberikan keuntungan besar bagi investor di industri bernilai miliaran dolar tersebut.

Pejabat Jaksa Agung Todd Blanche menandatangani perintah pada Kamis (23/4) yang memindahkan ganja dari klasifikasi obat paling ketat (Golongan I) ke Golongan III. Sejak tahun 1970, ganja berada di kategori yang sama dengan LSD dan heroin. Dengan penurunan status ini, ganja kini dikategorikan sebagai zat yang dapat diperoleh melalui resep dokter secara legal di bawah hukum federal.

Dampak Strategis bagi Industri dan Riset

Kebijakan ini menandai pelonggaran terbesar aturan ganja federal sejak gelombang legalisasi rekreasi di tingkat negara bagian dimulai pada 2012. Perubahan ini membawa tiga dampak utama bagi sektor bisnis dan ilmu pengetahuan:

  • Pendaftaran DEA: Mempercepat proses registrasi bagi produsen dan distributor berlisensi negara bagian ke Badan Penegakan Narkoba AS (DEA).
  • Insentif Pajak: Untuk pertama kali, perusahaan ganja medis berlisensi dapat mengurangi biaya bisnis dalam laporan pajak federal mereka, sebuah langkah yang meningkatkan profitabilitas secara signifikan.
  • Kebebasan Riset: Peneliti kini memiliki payung hukum yang jelas untuk memperoleh produk ganja guna studi ilmiah tanpa risiko hukuman federal.

"Tindakan penjadwalan ulang ini memungkinkan penelitian tentang keamanan dan kemanjuran zat ini. Pada akhirnya, ini memberikan perawatan yang lebih baik kepada pasien," ujar Blanche dalam pernyataan resminya.

Perubahan Status Hukum Ganja di AS:

Meskipun turun ke Golongan III, ganja tetap ilegal menurut hukum federal secara umum tanpa ada perubahan undang-undang lebih lanjut dari Kongres. Departemen Kehakiman masih memiliki wewenang untuk menuntut pelanggar, meski saat ini cenderung mengambil pendekatan non-intervensi di negara bagian yang sudah melegalkan ganja.

Kontroversi dan Tantangan Internal

Keputusan ini tidak lepas dari lobi agresif para pendukung industri, termasuk CEO perusahaan ganja dan tokoh politik di lingkaran Mar-a-Lago. Namun, kebijakan ini menghadapi penolakan dari internal Partai Republik. Sebanyak 22 senator dilaporkan telah mendesak Trump untuk mempertahankan status quo.

Di sisi lain, pejabat di DEA masih menyatakan kekhawatiran mengenai potensi penyalahgunaan. Mereka menyoroti munculnya varietas (strain) ganja modern yang memiliki kadar kekuatan jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa dekade lalu. DEA sebelumnya sempat menolak klasifikasi ulang pada 2016, dan proses peninjauan yang dimulai sejak era pemerintahan Biden baru mencapai titik final di bawah kendali pemerintahan Trump saat ini.

Aspek Sebelumnya (Golongan I) Sekarang (Golongan III)
Aksesibilitas Ilegal total secara federal Dapat diperoleh dengan resep dokter
Beban Pajak Bisnis Sangat tinggi (tanpa deduksi) Dapat dikurangi sebagai biaya bisnis
Status Riset Sangat terbatas & berisiko hukum Dipermudah untuk kepentingan medis

Kebijakan baru ini diprediksi akan mengubah lanskap pasar konsumen, mulai dari produk rokok ganja hingga produk turunan seperti minuman dan permen yang mengandung ganja, seiring dengan normalisasi lingkungan bisnis bagi para penjual berlisensi. (WSJ/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya