Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia menegaskan komitmennya dalam mengawal agenda pembangunan global yang inklusif pada Sidang Komisi ke-82 UNESCAP (United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific) yang berlangsung di Bangkok, Thailand. Delegasi Indonesia dipimpin langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand sekaligus Wakil Tetap RI untuk UNESCAP, Hari Prabowo.
Dalam forum pengambilan keputusan tertinggi di lingkungan UNESCAP tersebut, Indonesia menyoroti urgensi bagi negara-negara di kawasan Asia-Pasifik untuk tidak hanya fokus pada pencapaian Agenda 2030 Sustainable Development Goals (SDGs), tetapi juga mulai merancang peta jalan pembangunan pasca-2030.
“Sudah saatnya kita memikirkan dan merumuskan keberlanjutan agenda pembangunan beyond 2030, agar tetap relevan, inklusif, dan mampu menjawab tantangan global yang terus berkembang,” ujar Dubes Hari Prabowo dalam pernyataan resminya.
Dubes Hari menekankan bahwa kawasan Asia-Pasifik memiliki posisi strategis sebagai motor pertumbuhan dunia. Dengan tingkat pembangunan yang beragam, kawasan ini dinilai perlu berperan sebagai 'kompas' yang memandu arah kebijakan pembangunan global di masa depan.
Indonesia juga menggarisbawahi prinsip "leaving no one behind" (tidak meninggalkan siapa pun) sebagai fondasi utama. Menurut delegasi RI, prinsip ini tidak boleh sekadar menjadi slogan atau komitmen di atas kertas, melainkan harus diimplementasikan dalam kebijakan nyata yang berdampak langsung pada seluruh lapisan masyarakat.
“Di tengah tantangan global saat ini, kita perlu memperkuat semangat solidarity across ages and across borders untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam proses pembangunan,” tambahnya.
| Aspek | Detail Informasi |
|---|---|
| Lokasi Sidang | Bangkok, Thailand |
| Ketua Delegasi RI | Hari Prabowo (Dubes RI untuk Thailand & UNESCAP) |
| Tema Utama | Leaving no one behind: advancing a society for all ages in Asia and the Pacific |
| Fokus Utama RI | Agenda Pembangunan Pasca-2030, Inklusivitas, dan Solidaritas Lintas Generasi |
Sesuai dengan tema sidang tahun ini yang menekankan pada masyarakat untuk segala usia, Indonesia mendorong penguatan kemitraan lintas generasi. Hal ini dianggap kunci untuk menghadapi tantangan demografi di kawasan, mulai dari pemberdayaan generasi muda hingga perlindungan bagi kelompok lanjut usia.
Partisipasi aktif Indonesia dalam Sidang Komisi ke-82 ini mencerminkan peran strategis Jakarta dalam memperkuat multilateralisme. Langkah ini diharapkan mampu mendorong kerja sama kawasan Asia-Pasifik yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di masa depan. (Z-1)
Presiden Prabowo resmi melantik 25 pejabat tinggi dan 10 duta besar baru dalam rangka memperkuat struktur birokrasi dan diplomasi Indonesia.
MENTERI Luar Negeri (Menlu) Sugiono memaparkan sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera dijalankan oleh enam duta besar dan dua wakil tetap Indonesia yang baru dilantik.
Menurut Utut, dari ke-24 nama tersebut, tidak ada satupun yang berasal dari unsur partai politik atau politisi aktif.
Seluruh tahapan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap 24 calon dubes telah selesai dilaksanakan. Berikut daftar lengkapnya
SEJUMLAH posisi Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk berbagai negara mitra strategis masih kosong hingga saat ini. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pakar hubungan internasional.
KBRI Warsawa gelar forum bisnis di Krakow dan Łódź untuk dorong investasi, perdagangan, dan kerja sama tenaga kerja Indonesia-Polandia jelang IEU-CEPA 2027.
KBRI Warsawa bekerja sama dengan ASITA menghadirkan 21 pelaku industri (sellers) asal Indonesia, mulai dari operator tur hingga perwakilan hotel dari destinasi unggulan.
KBRI Warsawa memboyong empat jenama UMKM unggulan, yaitu Serlium Leathers, Ittaherl, Roka Collections, dan Umiy Lasega Batik.
Di sisi lain, Dave mengingatkan kasus penembakan tersebut jadi peringatan bagi warga negara Indonesia (WNI) lainnya. Khususnya ketika berpergian untuk tetap waspada.
Bagi WNI yang telah tinggal di Thailand selama lebih dari enam bulan, disarankan untuk melakukan lapor diri melalui portal Peduli WNI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved