Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PASAR energi global mengalami gejolak pada awal pekan ini. Harga gas alam di Amerika Serikat (AS) dan Eropa kompak mencatatkan kenaikan signifikan yang dipicu oleh kombinasi faktor cuaca ekstrem serta meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Harga gas alam berjangka di bursa Nymex AS terpantau naik 1,8% menjadi US$2,723 per mmBtu. Kenaikan ini didorong oleh prakiraan cuaca akhir pekan yang menunjukkan suhu lebih dingin dari perkiraan, sehingga meningkatkan permintaan jangka pendek untuk pemanas ruangan.
Analisis dari Ritterbusch & Associates menyebutkan bahwa pasar saat ini berada dalam, "Wilayah bullish yang jelas". Meskipun data Energy Information Administration (EIA) pekan ini diprediksi menunjukkan surplus persediaan, para analis memperingatkan bahwa kelebihan pasokan tersebut dapat dengan cepat terserap jika musim panas mendatang terjadi lebih panas dari biasanya.
Di Eropa, harga gas alam melonjak lebih dari 4%. Kontrak acuan TTF Belanda untuk pengiriman bulan depan melesat 4,7% ke level 40,60 euro per megawatt jam (MWh). Sentimen negatif ini dipicu oleh ketidakpastian di Selat Hormuz dan aksi penyitaan kapal oleh Iran yang merusak harapan resolusi diplomatik di Timur Tengah.
Analis dari ANZ mencatat bahwa pesan yang saling bertentangan dari wilayah konflik membuat pasar gelisah. Namun, kenaikan harga di Eropa sedikit tertahan karena permintaan LNG dari Asia yang relatif rendah, sehingga mengurangi persaingan ketat dalam perebutan kargo gas global.
| Instrumen Gas | Harga Terkini | Kenaikan (%) | Faktor Utama |
|---|---|---|---|
| Nymex (AS) | US$2,723/mmBtu | 1,8% | Prospek suhu dingin & posisi bullish pedagang |
| TTF Belanda (Eropa) | 40,60 Euro/MWh | 4,7% | Konflik Selat Hormuz & risiko pasokan |
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved