Harga Gas Alam Melonjak: AS Cuaca Ekstrem, Eropa Tertekan Hormuz

Wisnu Arto Subari
21/4/2026 06:00
Harga Gas Alam Melonjak: AS Cuaca Ekstrem, Eropa Tertekan Hormuz
Ilustrasi.(Freepik)

PASAR energi global mengalami gejolak pada awal pekan ini. Harga gas alam di Amerika Serikat (AS) dan Eropa kompak mencatatkan kenaikan signifikan yang dipicu oleh kombinasi faktor cuaca ekstrem serta meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Gas AS Memasuki Wilayah Bullish

Harga gas alam berjangka di bursa Nymex AS terpantau naik 1,8% menjadi US$2,723 per mmBtu. Kenaikan ini didorong oleh prakiraan cuaca akhir pekan yang menunjukkan suhu lebih dingin dari perkiraan, sehingga meningkatkan permintaan jangka pendek untuk pemanas ruangan.

Analisis dari Ritterbusch & Associates menyebutkan bahwa pasar saat ini berada dalam, "Wilayah bullish yang jelas". Meskipun data Energy Information Administration (EIA) pekan ini diprediksi menunjukkan surplus persediaan, para analis memperingatkan bahwa kelebihan pasokan tersebut dapat dengan cepat terserap jika musim panas mendatang terjadi lebih panas dari biasanya.

Ketegangan di Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Eropa

Di Eropa, harga gas alam melonjak lebih dari 4%. Kontrak acuan TTF Belanda untuk pengiriman bulan depan melesat 4,7% ke level 40,60 euro per megawatt jam (MWh). Sentimen negatif ini dipicu oleh ketidakpastian di Selat Hormuz dan aksi penyitaan kapal oleh Iran yang merusak harapan resolusi diplomatik di Timur Tengah.

Analis dari ANZ mencatat bahwa pesan yang saling bertentangan dari wilayah konflik membuat pasar gelisah. Namun, kenaikan harga di Eropa sedikit tertahan karena permintaan LNG dari Asia yang relatif rendah, sehingga mengurangi persaingan ketat dalam perebutan kargo gas global.

Instrumen Gas Harga Terkini Kenaikan (%) Faktor Utama
Nymex (AS) US$2,723/mmBtu 1,8% Prospek suhu dingin & posisi bullish pedagang
TTF Belanda (Eropa) 40,60 Euro/MWh 4,7% Konflik Selat Hormuz & risiko pasokan
Analisis Strategis: Pasar gas global saat ini sangat sensitif terhadap volatilitas pola cuaca dan stabilitas jalur logistik laut. Investor perlu mewaspadai rilis data persediaan EIA pekan ini dan perkembangan blokade di pelabuhan-pelabuhan Iran yang dapat memicu lonjakan harga lebih lanjut dalam. (WSJ/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya