Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEHIDUPAN anggota keluarga Kekaisaran Jepang selalu identik dengan protokol ketat, kemewahan yang terjaga, dan pengabdian tanpa henti kepada tradisi. Namun, narasi tersebut berubah total bagi Mako Komuro, yang sebelumnya dikenal sebagai Yang Mulia Putri Mako dari Akishino. Keputusannya untuk menikahi pria dari kalangan rakyat jelata, Kei Komuro, telah membawanya pada babak kehidupan yang jauh dari gemerlap istana.
Berdasarkan Hukum Rumah Tangga Kekaisaran Jepang, seorang perempuan anggota keluarga kekaisaran harus melepaskan status bangsawannya jika menikah dengan rakyat biasa. Mako secara resmi meninggalkan gelar "Putri" pada Oktober 2021 setelah menikah dengan Kei Komuro, teman kuliahnya di International Christian University (ICU) Tokyo.
Langkah ini tidaklah mudah. Pernikahan mereka sempat tertunda selama bertahun-tahun akibat kontroversi keuangan yang melibatkan keluarga mempelai pria, yang memicu perdebatan publik di Jepang. Sebagai bentuk komitmen pada kehidupan barunya, Mako bahkan menolak tunjangan sebesar 150 juta yen (sekitar Mata Uang Rupiah 15,6 miliar) yang biasanya diberikan kepada putri yang meninggalkan kekaisaran.
Mako Komuro adalah anggota keluarga kekaisaran pertama sejak Perang Dunia II yang menolak pembayaran tunjangan pernikahan dari pemerintah Jepang.
Setelah resmi menjadi warga sipil, pasangan ini memilih untuk memulai hidup baru di New York, Amerika Serikat. Di sana, Mako menjalani kehidupan yang sangat kontras dengan masa lalunya di Tokyo:
Meskipun hidup lebih sederhana, tantangan tetap ada. Kei Komuro harus menempuh beberapa kali ujian advokat sebelum akhirnya resmi terdaftar sebagai pengacara di New York. Selama masa transisi tersebut, pasangan ini terus menjadi sorotan media internasional, meskipun mereka berupaya menjaga privasi serapat mungkin.
Bagi banyak pengamat, kehidupan Mako saat ini adalah simbol dari pencarian kebebasan individu di atas tuntutan tradisi yang kaku. Di New York, ia bukan lagi seorang simbol negara, melainkan seorang istri dan profesional yang membangun masa depan dengan usahanya sendiri.
Kisah Mako Komuro mengingatkan publik bahwa di balik kemegahan takhta, ada keinginan manusiawi untuk menentukan jalan hidup sendiri, meskipun harus menukar mahkota dengan kesederhanaan di kota besar. (Z-4)
PANGERAN Hisahito menjadi anggota pria pertama dalam keluarga kekaisaran Jepang yang mencapai usia dewasa dalam empat dekade terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved