KJRI Chengdu Segera Dibuka untuk Perkuat Diplomasi Indonesia di Tiongkok Barat Daya

Naufal Zuhdi
18/4/2026 20:15
KJRI Chengdu Segera Dibuka untuk Perkuat Diplomasi Indonesia di Tiongkok Barat Daya
Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, (kiri).(Dok.Istimewa)

PEMERINTAH Indonesia terus memperkuat jangkauan diplomasi dan kerja sama ekonomi dengan Tiongkok melalui rencana pembukaan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Chengdu, Provinsi Sichuan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk memperluas hubungan dengan kawasan Tiongkok Barat Daya yang dinilai memiliki potensi ekonomi besar.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, menyampaikan bahwa pembukaan KJRI Chengdu mencerminkan prioritas pemerintah dalam meningkatkan kerja sama strategis lintas sektor. Hal tersebut disampaikan dalam forum Indonesia Updates di Chengdu pada 17 April 2026. Ia menegaskan bahwa Chengdu akan menjadi pintu gerbang utama bagi penguatan hubungan Indonesia dengan kawasan tersebut.

Pembentukan KJRI ini telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 yang ditandatangani pada Maret 2026. Kehadiran perwakilan baru ini akan memperluas cakupan diplomasi Indonesia yang sebelumnya telah memiliki konsulat jenderal di Guangzhou, Shanghai, dan Hong Kong. Nantinya, wilayah kerja KJRI Chengdu akan mencakup Sichuan, Yunnan, Shaanxi, Gansu, serta Chongqing.

Secara ekonomi, kawasan Sichuan menunjukkan potensi yang signifikan. Perdagangan Indonesia dengan provinsi tersebut tercatat lebih dari USD 2,1 miliar pada tahun lalu. Sementara itu, secara keseluruhan, hubungan dagang Indonesia-Tiongkok pada 2025 mencapai lebih dari USD 167 miliar dengan nilai investasi sekitar USD 7,5 miliar. Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Beijing, Anindityo Adi Primasto, menilai Indonesia merupakan mitra strategis yang terus berkembang dalam kerja sama ekonomi bilateral.

Selain perdagangan dan investasi, sektor pendidikan juga menjadi salah satu fokus penguatan hubungan. Atase Pendidikan KBRI Beijing, Lestari Puspitaningsih, menyebut interaksi pendidikan antara kedua negara semakin intensif, dengan peluang peningkatan jumlah mahasiswa Tiongkok yang belajar di Indonesia melalui berbagai program beasiswa.

PELUANG KERJA SAMA
Dalam pertemuan dengan Party Secretary Provinsi Sichuan, Wang Xiaohui, dibahas peluang kerja sama di sektor industri strategis seperti energi terbarukan, baterai, kecerdasan buatan, hingga farmasi. Sichuan sendiri merupakan salah satu pusat ekonomi utama di Tiongkok dengan produk domestik bruto sekitar USD 1 triliun dan pertumbuhan mencapai 5,5 persen. Provinsi ini juga memiliki peran penting dalam industri baterai global, dengan kontribusi sekitar 10 persen produksi dunia.

Indonesia melihat potensi besar untuk bersinergi dengan kekuatan industri Sichuan, khususnya dalam mendukung pengembangan rantai pasok kendaraan listrik dan transisi energi. Selain itu, penguatan konektivitas juga menjadi perhatian, termasuk peluang pembukaan penerbangan langsung dari Chengdu ke Jakarta dan Bali untuk mendorong mobilitas wisatawan, pelajar, dan pelaku usaha.

Djauhari menilai pembukaan KJRI Chengdu akan menjadi tonggak baru dalam memperluas diplomasi Indonesia di Tiongkok sekaligus memperkuat hubungan bilateral yang lebih komprehensif. Kehadiran perwakilan ini diharapkan mampu meningkatkan kolaborasi di berbagai sektor strategis, serta memperluas akses Indonesia terhadap kawasan Tiongkok Barat Daya yang tengah berkembang pesat. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya