Pendapatan Iran Diproyeksikan Rp258 Triliun dari Pengelolaan Selat Hormuz

Irvan Sihombing
17/4/2026 14:51
Pendapatan Iran Diproyeksikan Rp258 Triliun dari Pengelolaan Selat Hormuz
Ilustrasi - Kapal tanker melintas di selat Hormuz, Iran.(Antara/Anadolu)

PARLEMEN Iran memperkirakan negara dapat meraup pendapatan hingga 15 miliar dolar AS melalui rencana penerapan biaya bagi kapal asing yang melintasi Selat Hormuz. Langkah ini tertuang dalam rancangan undang-undang baru yang bertujuan memperkuat mata uang rial dengan mewajibkan pembayaran bea melalui sistem perbankan nasional Iran.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak, produk minyak bumi, serta gas alam cair di pasar global, sehingga setiap kebijakan di wilayah ini berpotensi memengaruhi stabilitas energi dunia.

Di sisi lain, ketegangan meningkat setelah Angkatan Laut Amerika Serikat pada 13 April mulai memblokade seluruh lalu lintas maritim yang keluar masuk pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz.

Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa kapal non-Iran tetap dapat melintasi Selat Hormuz selama tidak melakukan pembayaran kepada Teheran.

Hingga kini, otoritas Iran belum secara resmi menerapkan kebijakan pungutan tersebut, namun rencana itu telah masuk dalam pembahasan legislatif. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya