Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Iran merilis estimasi awal kerugian masif akibat agresi militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Nilai kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan tersebut ditaksir mencapai US$270 miliar atau setara dengan Rp4,6 kuadriliun.
Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyatakan bahwa angka tersebut merupakan kalkulasi sementara yang akan terus diperbarui. Pengumuman ini muncul di tengah kebuntuan diplomatik antara Teheran dan Washington pasca-eskalasi militer di kawasan Teluk.
"Salah satu isu yang terus dikejar oleh tim perunding kami dan dalam dialog di Islamabad adalah tentang ganti rugi akibat perang," tegas Mohajerani sebagaimana dikutip dari Kantor Berita Tasnim dan RIA Novosti, Selasa (14/4).
Mohajerani menambahkan bahwa proses verifikasi kerusakan masih berlangsung secara bertahap.
"Kerusakan-kerusakan itu biasanya perlu diperiksa dalam beberapa lapis," imbuhnya, mengisyaratkan bahwa nilai kerugian final kemungkinan besar akan membengkak lebih tinggi dari angka saat ini.
Laporan kerugian ini mencuat setelah delegasi Iran dan AS gagal mencapai titik temu dalam perundingan maraton selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, yang berakhir pada Minggu (12/4). Pertemuan tersebut sedianya diharapkan mampu meredakan ketegangan pasca-gencatan senjata dua pekan yang diumumkan akhir pekan lalu.
Konflik bersenjata ini bermula dari serangan gabungan AS dan Israel ke wilayah Iran pada akhir Februari lalu. Serangan tersebut memicu jatuhnya ribuan korban jiwa dan luka-luka, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan menyasar aset militer Amerika di Israel, Irak, Yordania, hingga negara-negara Teluk.
Situasi di kawasan tetap dalam pengawasan ketat internasional mengingat belum adanya kesepakatan permanen yang menjamin stabilitas keamanan di Teluk pasca-berakhirnya masa gencatan senjata singkat tersebut.
Kepala Staf Gabungan Angkatan Udara AS Jenderal Dan Caine menyatakan operasi gabungan AS-Israel di Iran bertujuan melindungi diri dan mitra regional, mencegah proyeksi kekuatan Iran.
Jenderal Dan Caine menyatakan operasi gabungan AS-Israel di Iran bukan misi semalam dan memperkirakan kerugian tambahan bagi pasukan AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved