Bahaya Menghadang, Iran Gagal Bersihkan Semua Ranjau di Selat Hormuz

Ferdian Ananda Majni
11/4/2026 15:43
Bahaya Menghadang, Iran Gagal Bersihkan Semua Ranjau di Selat Hormuz
Kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz setelah gencatan senjata sementara selama dua minggu yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran dengan syarat selat tersebut dibuka kembali, terlihat di Oman, Rabu (8/4/2026)(Anadolu/Shady Alassa)

IRAN dilaporkan menghadapi kesulitan dalam membuka kembali Selat Hormuz karena tidak dapat menemukan seluruh ranjau laut yang telah dipasangnya di jalur strategis tersebut. Informasi ini diungkap dalam laporan yang diterbitkan pada Jumat (10/4).

Sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS) yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada The New York Times, Sabtu (11/4) bahwa Iran juga belum mampu membersihkan ranjau-ranjau tersebut, sehingga memperumit upaya pembukaan kembali jalur pelayaran yang menjadi tuntutan utama pemerintahan Presiden Donald Trump.

Menurut laporan tersebut, Iran menanam ranjau menggunakan kapal-kapal kecil pada Maret, tidak lama setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap negara itu pada 28 Februari. 

Selain ranjau, serangan rudal dan drone terhadap kapal-kapal di kawasan tersebut turut memperparah situasi dan secara efektif menutup jalur pelayaran, yang berdampak pada lonjakan harga energi global.

Iran kemudian mengumumkan beberapa rute yang dianggap aman untuk dilalui kapal. Namun, salah satu pejabat AS menyebut penanaman ranjau yang dilakukan secara sembarangan membuat upaya pembukaan jalur tambahan menjadi semakin sulit.

Lebih lanjut, sejumlah ranjau yang sebelumnya telah dipetakan kemungkinan telah bergeser dari lokasi awal akibat arus laut, sementara sebagian lainnya diduga tidak pernah tercatat sejak awal.

Laporan ini muncul kurang dari 24 jam sebelum Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan menggelar pembicaraan penting di Pakistan guna membahas upaya mengakhiri konflik secara permanen.

Sebelumnya, Trump mengumumkan persetujuannya terhadap gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, dan beberapa kali menyampaikan optimisme bahwa konflik tersebut dapat segera diakhiri. (Fer/I-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya