Israel Klaim 10.800 Serangan Udara ke Iran Selama 40 Hari Perang

Ferdian Ananda Majni
11/4/2026 13:29
Israel Klaim 10.800 Serangan Udara ke Iran Selama 40 Hari Perang
Kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz setelah gencatan senjata sementara selama dua minggu yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran dengan syarat selat tersebut dibuka kembali, terlihat di Oman pada 8 April 2026.(Anadolu//Shady Alassar)

MILITER Israel pada Jumat (10/4) mengeklaim telah melancarkan lebih dari 10.800 serangan udara ke Iran selama konflik yang dimulai bersama Amerika Serikat sejak akhir Februari lalu.

Dalam pernyataan resminya, militer Israel memaparkan rincian operasi hingga tercapainya gencatan senjata sementara antara Washington dan Teheran pada 8 April. 

Disebutkan, sekitar 4.000 target strategis dan 6.700 situs militer di Iran telah menjadi sasaran, dengan puluhan jet tempur dikerahkan secara bersamaan sepanjang kampanye udara yang berlangsung sekitar 40 hari.

Israel juga mengungkapkan telah menggunakan lebih dari 18.000 amunisi dalam operasi tersebut, hampir lima kali lipat dibandingkan dengan kampanye militer selama 12 hari terhadap Iran pada Juni tahun sebelumnya. Namun, seluruh klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. 

Sebagai respons, Teheran melakukan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta sejumlah negara seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Iran juga membatasi pergerakan kapal di Selat Hormuz.

Upaya meredakan konflik kemudian dilakukan melalui mediasi sejumlah negara, termasuk Pakistan, Turki, Tiongkok, Arab Saudi, dan Mesir, yang berhasil mendorong tercapainya gencatan senjata selama dua minggu antara AS dan Iran.

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, kedua pihak sepakat menggelar perundingan di Islamabad guna membahas kemungkinan tercapainya perdamaian yang lebih permanen. (Anadolu/Fer/I-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya