Australia Jengah dengan Peperangan dan Desak Israel Gencatan Senjata dengan Hizbullah

Cahya Mulyana
09/4/2026 17:37
Australia Jengah dengan Peperangan dan Desak Israel Gencatan Senjata dengan Hizbullah
ilustrasi.(MI)

MENTERI Luar Negeri Australia Penny Wong, Kamis (9/4), mengatakan gencatan senjata dua pekan oleh Amerika Serikat (AS) dan Iran juga harus diberlakukan di Libanon.

Sebab menurut Wong, yang disampaikannya kepada radio Australian Broadcasting Corporation (ABC), konflik yang sedang berlangsung di Libanon berisiko membahayakan gencatan senjata tersebut.

Australia, dia melanjutkan menyerukan agar Hizbullah serta Israel mematuhi gencatan senjata tersebut. "Jika pertempuran terus berlanjut di Libanon, hal itu akan membahayakan seluruh gencatan senjata di kawasan tersebut," kata Wong.

Menlu Australia itu menyampaikan pernyataan tersebut setelah Israel melancarkan serangan udara secara luas di seluruh Libanon pada Rabu (8/4).

Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Kamis dini hari di Australia, Wong dan para menlu dari Inggris, Brasil, Kolombia, Indonesia, Yordania, dan Sierra Leone menyerukan "penghentian segera" pertikaian di Libanon.

Pernyataan itu menyebutkan negara-negara penanda tangan sangat prihatin dengan memburuknya situasi kemanusiaan di Libanon, dan mengecam "sekeras-kerasnya" tindakan yang telah menewaskan pasukan penjaga perdamaian dan meningkatkan risiko yang dihadapi personel kemanusiaan di Libanon selatan. (Ant/P-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya