Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Myanmar, Senin (2/1), mengatakan otoritas berwenang telah menangkap sejumlah pejabat polisi yang diduga terkait dalam pemukulan beberapa warga etnik Rohingya seperti tampak pada video yang telah menyebar luas.
Pengakuan itu termasuk langka. Puluhan video yang menunjukkan keterlibatan aparat dalam kekerasan terhadap warga Rohingya telah banyak beredar, tapi ini adalah pertama kalinya pemerintah mengatakan akan mengambil tindakan atas mereka.
Meski demikian pemerintahan Aung San Suu Kyi tetap membantah aparatnya melakukan kekerasan atau pembakaran. Pihak berwenang hanya berjanji untuk menindak polisi-polisi yang diduga memukuli penduduk desa selama operasi pembersihan wilayah pada 5 November di Desa Kotankauk.
Rekaman itu menunjukkan polisi memukul seorang anak muda di bagian kepala saat ia berjalan ke tempat puluhan penduduk desa berbaris dengan posisi duduk di tanah, tangan di belakang kepala mereka.
Tiga petugas berseragam kemudian mulai menyerang salah satu orang yang duduk, memukulinya dengan tongkat dan menendang dia berulang kali di wajah. Seorang aktivis Rohingya mengatakan rekaman itu telah diverifikasi oleh seorang pengungsi dari kamp terdekat, Shilkhali.
Kantor Suu Kyi melansir nama empat petugas yang terlibat dalam operasi termasuk Zaw Myo Htike, yang bergaya selfie di dalam video.
"Mereka yang yang diidentfikasi lebih awal ditahan," kata kantor kantor Suu kyi dalam sebuah penytaan. "Penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk mengekspos petugas polisi lainnya yang memukuli penduduk desa dalam operasi itu," imbuhnya.
Puluhan ribu warga Rohingya telah melarikan diri Negara Bagian Rakhine menyusul operasi militer untuk memburu pelaku penyerangan sejumlah pos polisi perbatasan. Aparat keamanan membakar desa-desa orang Rohingya.
Bangladesh mengatakan sekitar 50 ribu Rohingya yang melarikan diri melintasi perbatasan selama dua bulan terakhir. Banyak dari mereka membawa kesaksian atau pengalaman mengerikan, dari mengalami pemerkosaan, pembunuhan, dan pembakaran oleh pasukan keamanan Myanmar. (AFP/X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved