Menlu Retno: Internasional Harus Lebih Keras Bantu Pengungsi Rohingya

Heryadi
20/12/2016 18:40
Menlu Retno: Internasional Harus Lebih Keras Bantu Pengungsi Rohingya
(Ist)

MENTERI Luar Negeri RI Retno Marsudi, hari ini, Selasa (20/12), mengunjungi Kutupalong Refugee Camp di Ukhiya, Cox's Bazar, Bangladesh. Kam di perbatasan Bangladesh dan Myanmar itu dihuni sekitar 19 ribu pengungsi muslim Rohingya.

Menlu Retno merupakan menlu pertama yang mengunjungi kam tersebut sejak meningkatnya ketegangan di Provinsi Rakhine, Myanmar, 9 October 2016 lalu.

"Kondisi para pengungsi cukup memprihatinkan, masyarakat internasional harus dapat lakukan lebih untuk membantu para pengungsi," kata Menlu seusai kunjungan.

Saat berada di kam pengungsi itu, Retno mendengarkan berbagai cerita langsung dari para pengungsi mengenai pengalaman dan perjalanan mereka sehingga sampai di kam tersebut. Menlu juga meninjau tempat-tempat tinggal sementara dan tempat ibadah para pengungsi.

"Dari cerita dan pengalaman para pengungsi, terlihat kompleksitas permasalahan di Rakhine State. Namun demikian, apapun penyebab mereka hadir di kam Kutupalong, mereka hidup dengan kondisi yang sangat minim. Sebagai sesama manusia kita harus berupaya lebih keras lagi untuk membantu mereka," tuturnya.

Ia menyampaikan keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia baik dari pemerintah Bangladesh, UNHCR, IOM dan negara lain yang membantu telah menjadi tantangan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.

Terkait dengan penyelesaian masalah pengungsi, Retno mengatakan harus dilakukan di negara asal. Untuk itu langkah yang sedang dilakukan pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan permasalahan secara inklusif di Rakhine perlu untuk terus didukung.

Selain itu, Menlu Retno kembali menekankan kepada Menlu Bangladesh akan pentingnya hubungan, komunikasi dan koordinasi yang baik antara Bangladesh dan Myanmar dalam mengatasi masalah pengungsi di perbatasan. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya