Amnesty International Peringatkan Myanmar soal Rohingya

Micom/AP
19/12/2016 09:42
Amnesty International Peringatkan Myanmar soal Rohingya
(Unjuk rasa protes kekerasan terhadap muslim etnis Rohingya di lura Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta, Jumat (25/11). -- AP Photo/Dita Alangkara)

KELOMPOK hak asasi manusia Amnesty International memperingatkan pemerintah dan militer Myanmar untuk menghentikan kekerasan terhadap kelompok minoritas muslim Rohingya. Menurut mereka tindakan militer Myanmar merupakan tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

"Militer Myanmar telah menargetkan warga sipil Rohingya pada kampanye yang tak berperasaan dan kekerasan yang sistematis," kata Direktur Asia Tenggara untuk Amnesty International, Rafendi Djamin, Senin (19/11)

"Tindakan menyedihkan militer bisa menjadi bagian dari serangan yang meluas dan sistematis terhadap penduduk sipil dan ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan," lanjutnya dalam sebuah laporan yang dirilis Senin (19/12).

Laporan International Crisis Group itu dikeluarkan Amnesty International, akhir pekan lalu menjelang dengan rencana pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi yang dijadwalkan akan bertemu sesama anggota ASEAN pada pertemuan di Yangon, Senin (19/12) ini juga.

Sebelumnya, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Zeid Ra'ad al-Hussein juga mengkritik keras Myanmar. "Penanganan Myanmar Rakhine utara adalah pelajaran tentang bagaimana untuk membuat situasi yang buruk buruk," kata Hussein di Jenewa, Jumat (16/12).

"Hasilnya ialah bencana, dengan perpindahan massa, membina ekstremisme kekerasan, dan semua orang akhirnya kalah."

Rakhine, yang terletak di barat Myanmar, telah lama menjadi rumah bagi ketegangan antara Rohingya dan penduduk mayoritas Buddha di negara itu. Wabah besar kekerasan terjadi pada 2012 yang menewaskan ratusan orang dan memaksa 140.000 orang mengungsi ke kamp-kamp pengungsian internal. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya