Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG anak berusia 12 tahun di South Carolina, Amerika Serikat ditemukan meninggal akibat terinfeksi ameba pemakan otak. Diketahui anak tersebut kabarnya terinfeksi saat dirinya berenang di danau.
Prisma Health Children's Hospital-Midlands, mengonfirmasi bahwa penyebab kematian anak tersebut disebabkan oleh Primary Amebic Meningoencephalitis (PAM). Penyakit ini merupakan infeksi otak langka namun seringkali berakibat fatal yang disebabkan oleh organisme Naegleria fowleri.
Departemen Kesehatan Masyarakat South Carolina, menyebut paparan ameba ini kemungkinan terjadi di Danau Murray, Colombia. Kasus pertama ameba pemakan otak di South Carolina disebut sudah terjadi sejak 2016.
Dr Anna-Kathryn Burch, dokter penyakit menular anak di rumah sakit tersebut menungkap bahwa infeksi ini sangat fatal, dengan sebagian besar kasus di Amerika Serikat berakhir dengan kematian.
"Lebih dari 97% kasus yang terjadi sejak tahun 60-an berakhir fatal," ungkapnya dikutip dari CBS News.
Dr Burch menjelaskan bahwa infeksi terjadi ketika air bertekanan masuk ke hidung dan bisa menembus hingga ke otak. Ini bisa terjadi saat beraktivitas di air tawar hangat seperti danau, sungai, atau mata air panas, tempat ameba ini berkembang biak. (H-2)
Merujuk pada data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2020–2024, terjadi peningkatan tren kasus pneumonia, diare, tuberkulosis, dan HIV pada anak-anak Indonesia.
Penyakit infeksi dengan fatalitas tinggi seperti Virus Nipah menuntut kewaspadaan sejak gejala awal
ISPA tidak menyerang semua orang dengan dampak yang sama. Terdapat kelompok tertentu yang jauh lebih berisiko mengalami kondisi ini.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Infeksi cacing secara kronis dapat menurunkan produksi ayam petelur, baik dari segi kuantitas maupun bobot telur.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved