Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Seperti tak pernah jera, aktivis lingkungan asal Swedia Greta Thunberg kembali ditangkap polisi Belanda karena berunjuk rasa, pada Sabtu (6/4). Bersama sekelompok aktivis lainnya, Thunberg memblokir jalan utama di Den Haag untuk memprotes subsidi bahan bakar fosil.
Polisi mengatakan lebih dari 400 orang ditangkap, termasuk 12 orang karena penghasutan. Para aktivis mengatakan Thunberg telah dibebaskan.
Thunberg, 21, bergabung dengan ratusan pengunjuk rasa berjalan kaki dari pusat kota Den Haag ke jalan raya A12 yang menghubungkan pusat pemerintahan Belanda dengan kota-kota lain termasuk Amsterdam, Rotterdam, dan Utrecht.
Baca juga : Sidang Greta Thunberg, Aktivis Sebut Protes Iklim bukanlah Kejahatan
Pawai ini diorganisir oleh kelompok lingkungan Extinction Rebellion (XR) – yang sebelumnya menyerbu jalan raya dan memblokir lalu lintas selama berjam-jam sebelum disemprot dengan meriam air polisi dan dibawa pergi.
Namun pada hari Sabtu, puluhan polisi, beberapa di antaranya menunggang kuda, menghentikan kelompok tersebut memasuki jalan raya, memperingatkan bahwa “kekerasan dapat digunakan” jika para pengunjuk rasa mencoba memasuki jalan tersebut.
Membawa bendera XR dan spanduk bertuliskan "Hentikan subsidi BBM sekarang!" dan "Planet ini sedang sekarat!", para pengunjuk rasa yang terjebak dalam ketegangan dengan polisi, berteriak menyerukan tuntutannya, termasuk Thunberg.
Baca juga : John Podesta Dilantik sebagai Utusan Iklim AS oleh Presiden Biden
“Penting untuk berdemonstrasi hari ini karena kita hidup dalam keadaan krisis di planet ini,” kata Thunberg kepada AFP ketika polisi memblokir para demonstran. “Kita harus melakukan segalanya untuk menghindari krisis dan menyelamatkan nyawa manusia,” katanya.
Saat ditanya apakah dia prihatin dengan tindakan dan penangkapan polisi, Thunberg berkata: "Mengapa saya harus khawatir?"
Tak lama setelah itu, Thunberg ditangkap dan diseret polisi ke bus yang menunggu di mana dia ditahan bersama aktivis lainnya.
Baca juga : UEA Diduga Berupaya Manfaatkan COP28 untuk Kepentingan Perusahaan Minyak
Dia mengatakan kepada kantor berita nasional ANP melalui telepon bahwa penangkapannya berlangsung “tenang”. “Ini bukan tentang penangkapan. Saya di sini demi iklim,” katanya.
Juru bicara Kantor kejaksaan kemudian mengonfirmasi bahwa para pengunjuk rasa ditahan dan kemudian dibebaskan di lokasi berbeda.
Tak lama kemudian, Thunberg dan beberapa aktivis kembali dan ditangkap lagi, kali ini karena memblokir persimpangan lalu lintas terdekat, dan dibawa ke mobil polisi yang sudah menunggu.
Juru bicara kejaksaan Vincent Veenman mengatakan kepada AFP bahwa tidak ada tuntutan yang diajukan terhadap para aktivis tersebut.
“Namun hal ini bisa berubah jika orang ditangkap berulang kali karena pelanggaran yang sama,” kata Veenman. (AFP/M-3)
Pembentukan Satgas ini menjadi langkah strategis tindak lanjut Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 untuk memperkuat tata kelola kawasan konservasi secara menyeluruh.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
Musim dingin yang terlalu hangat menyebabkan bunga gagal mekar sempurna dan merusak tradisi ribuan tahun.
Ibu kota India, New Delhi, mencatatkan suhu tertinggi 42,8 derajat Celsius pada Sabtu (25/4).
Ilmuwan Smithsonian (STRI) melaporkan kegagalan fenomena upwelling di Teluk Panama pada 2025 akibat angin yang melemah. Ancaman serius bagi ekosistem dan nelayan.
PEMAHAMAN dan mitigasi perubahan iklim menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya risiko krisis lingkungan global.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menerima kunjungan Menteri Pembangunan Internasional Norwegia, Asmund Aukrust, untuk meresmikan program yang telah berlangsung sejak Agustus 2025.
Pertanian regeneratif adalah pengelolaan holistik yang berbeda dengan konsep keberlanjutan (sustainable) biasa.
Indonesia memiliki modal besar dalam menghadapi krisis iklim global melalui ekosistem karbon biru yang melimpah, mulai dari hutan mangrove, padang lamun, hingga rawa pesisir.
Dalam pemaparan hasil kajian, para peneliti menegaskan bahwa dampak krisis iklim tidak dirasakan secara setara.
Informasi iklim memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan masyarakat.
Faktor-faktor ini berdampak pada banyak spesies yang hidup di habitat berpasir, mengurangi kesempatan bagi sektor pariwisata dan perikanan, serta meningkatan ancaman
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved