Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMANASAN global secara bertahap meningkatkan intensitas curah hujan ekstrem di tempat yang lebih tinggi. Ini membuat dua miliar orang yang tinggal di atau hilir pegunungan berisiko lebih besar terkena banjir dan tanah longsor. Ini dikatakan para peneliti, Rabu (28/6).
Setiap derajat celsius pemanasan meningkatkan kepadatan hujan besar sebesar 15% pada ketinggian di atas 2.000 meter. Mereka melaporkan itu dalam jurnal Nature.
Selain itu, setiap tambahan ketinggian 1.000 meter menambah 1% lagi curah hujan. Dunia dengan sekitar 3 derajat celsius lebih panas dari tingkat praindustri akan melihat kemungkinan banjir yang berpotensi menghancurkan berlipat ganda hampir setengahnya.
Baca juga: Seperti Anjing, Serigala Kenali Suara Manusia yang Familiar
Temuan itu menggarisbawahi kerentanan infrastruktur tidak dirancang untuk menahan peristiwa banjir ekstrem, penulis memperingatkan. Permukaan bumi telah menghangat 1,2 derajat celsius. Ini cukup untuk memperkuat hujan yang memecahkan rekor yang membuat sebagian besar Pakistan terendam air musim panas lalu dan sebagian California awal tahun ini.
Pada tren kebijakan saat ini, planet ini akan menghangat 2,8 derajat celsius pada akhir abad ini, menurut panel penasihat ilmu iklim IPCC PBB. Studi baru--berdasarkan data yang mencakup 70 tahun terakhir dan proyeksi model iklim--menemukan dua pendorong utama di balik peningkatan kejadian curah hujan ekstrem di ketinggian di dunia yang memanas.
Baca juga: Kutub Utara Menghangat, Karibu dan Muskoxen Perlambat Hilangnya Keanekaragaman
Yang pertama ialah lebih banyak air. Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa setiap kenaikan 1 derajat celsius meningkatkan jumlah kelembapan di atmosfer hingga tujuh persen.
Sejak 1950-an, hujan deras menjadi lebih sering dan intens di sebagian besar dunia. Ini menurut konsorsium World Weather Attribution (WWA) yang mengungkap dampak perubahan iklim pada peristiwa cuaca ekstrem tertentu, termasuk gelombang panas, kekeringan, dan badai tropis.
Curah hujan ekstrem lebih umum dan intens karena perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia di Eropa, sebagian besar Asia, Amerika Utara bagian tengah dan timur, dan sebagian Amerika Selatan, Afrika, dan Australia.
Faktor kedua yang diungkap peneliti lebih mengejutkan. "Ini pertama kali seseorang melihat peristiwa curah hujan yang intens itu jatuh sebagai hujan atau salju," kata penulis utama Mohammed Ombadi, seorang peneliti di Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley di California, kepada AFP.
"Tidak seperti hujan salju, curah hujan memicu limpasan lebih cepat, menyebabkan risiko banjir, bahaya tanah longsor, dan erosi tanah yang lebih tinggi." Ombadi berspekulasi bahwa tingkat yang lebih tinggi dari salju berubah menjadi hujan yang diamati antara 2.500 dan 3.000 meter disebabkan oleh curah hujan di ketinggian itu yang terjadi tepat di bawah titik beku.
Daerah pegunungan dan dataran banjir yang berdekatan kemungkinan akan mengalami dampak terbesar dari peristiwa curah hujan ekstrrm di dalam dan sekitar pegunungan Himalaya dan Pasifik Amerika Utara, menurut penelitian tersebut. Temuan hanya terfokus pada belahan bumi utara karena kurangnya data pengamatan dari bawah khatulistiwa.
Daerah yang paling terkena dampak harus menyiapkan rencana adaptasi iklim yang kuat. "Kita perlu mempertimbangkan peningkatan curah hujan ekstrem dalam desain dan pembangunan bendungan, jalan raya, rel kereta api, dan infrastruktur lain jika kita ingin memastikannya tetap berkelanjutan dalam iklim lebih hangat," kata Ombadi.
Daerah berisiko tinggi perlu dihindari sama sekali, tambahnya, atau dibangun dengan solusi teknik yang dapat melindungi masyarakat yang tinggal di sana. (AFP/Z-2)
BMKG memprediksi hujan masih melanda Indonesia hingga 27 April 2026, dari ringan hingga lebat disertai angin kencang. Waspadai potensi banjir dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Pakar IPB menjelaskan fenomena El Nino Godzilla, penyebab hujan di masa pancaroba, dan prediksi kemarau panjang selama enam bulan di Indonesia.
Jakarta ditetapkan masuk dalam kategori Siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu gangguan aktivitas masyarakat serta risiko bencana hidrometeorologi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku
BMKG menghimbau peningkatan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Kupang, Rote Ndao, Alor, dan Mamuju.
Terpantau Siklon Tropis Nuri yang sedang aktif di Samudra Pasifik bagian utara Papua. Fenomena ini menyebabkan belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Maluku Utara.
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
Ibu kota India, New Delhi, mencatatkan suhu tertinggi 42,8 derajat Celsius pada Sabtu (25/4).
Cuaca panas ekstrem di Mekah jadi ancaman serius bagi jemaah haji. Petugas imbau tidak memforsir ibadah, jaga istirahat dan cairan demi hindari heat stroke.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved