Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH kerusuhan meletus di Prancis akibat keputusan Presiden Prancis Francois Hollande atas hukum perburuhan di bidang industri, kemarin. Hollande bergeming dengan keputusan itu.
Reformasi itu ditolak serikat-serikat buruh karena memudahkan perusahaan untuk mempekerjakan dan memecat buruh. Banyak organisasi, termasuk Dana Moneter Internasional, mengatakan undang-undang itu diperlukan untuk menciptakan lapangan kerja.
“Saya akan tetap pada keputusan karena itu merupakan reformasi yang baik,” kata Hollande di sela-sela pertemuan pemimpin negara industri G-7 di Jepang.
Perang kata-kata antara pemerintah dan serikat buruh itu pecah di saat Prancis tengah dilanda kekurangan bahan bakar, kekacauan transportasi, dan demonstrasi dengan kekerasan. Insiden itu terjadi dua pekan sebelum ‘Negeri Mode’ itu menjadi tuan rumah Piala Eropa 2016.
Hollande mengatakan prioritas utama pemerintah ialah menjamin ekonomi kembali berfungsi dengan normal dalam menghadapi blokade kilang minyak dan depot bahan bakar yang mengakibatkan banyak tempat pengisian bahan bakar kosong.
Meski antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar di beberapa tempat di negeri tersebut masih terlihat, situasi tempat pengisian bahan bakar mulai mereda kemarin, setelah pemerintah Prancis menggunakan cadangan strategis mereka untuk lima hari berturut-turut.
Kendati demikian, kerusuhan tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Serikat buruh telah memanggil 10 ribu aktivis untuk berunjuk rasa di Paris. Mereka menyeru kepada pengunjuk rasa untuk terus menekan pemerintahan Partai Sosialis Hollande yang kian tidak populer.
Para pemimpin serikat buruh menyeru kepada anggota mereka untuk melipatgandakan dan mendukung pemogokan.
Mereka mengatakan respons dan penolakan pemerintah untuk menarik undang-undang yang ditentang para buruh hanya akan mendorong protes atas UU itu kian meningkat. (AFP/Ihs/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved