Harus Ada Tindakan Konkret Atasi Pemerkosaan

(Hym/I-2)
17/5/2016 00:15
Harus Ada Tindakan Konkret Atasi Pemerkosaan
(AFP PHOTO / Money SHARMA)

SEORANG gadis berusia 15 tahun berusaha tegar dan berjuang keras untuk menyelamatkan nyawanya di sebuah rumah sakit di Delhi, India, setelah diperkosa dan dibakar di atap teras rumah keluarganya. Remaja itu ditemukan orangtuanya, yang mendengar dia berteriak dari teras beberapa jam sebelum fajar pada Senin (7/4). Ia dilarikan ke rumah sakit terdekat dan tetap dalam kondisi kritis dengan luka bakar parah di sebagian besar tubuhnya. Constable Yadram Singh dari Kantor Kepolisian Bisrakh mengatakan gadis malang itu mengaku dia telah diperkosa, dipukuli, dan dibakar seorang pria yang telah membuntutinya selama berbulan-bulan. Singh mengungkapkan seorang pria 20 tahun dengan luka bakar di tangannya telah ditangkap dan didakwa dengan beberapa pelanggaran, termasuk pemerkosaan, percobaan pembunuhan, dan penyerangan. Kaum perempuan dan anak-anak India dianggap rentan mengalami kekerasan seksual dan pelecehan karena membicarakan kekerasan seksual ialah hal yang tabu. Stigma itu membuat banyak korban kejahatan enggan melapor, sementara yang lain menghadapi resistensi polisi saat membuat pengaduan. Seperti diberitakan The Guardian, pemerkosaan dan serangan yang dialami gadis berusia 15 itu salah satu dari beberapa kasus pemerkosaan dan kekerasan terbaru yang menimpa perempuan atau anak-anak di India.

Hal itu menunjukkan kemarahan publik tiga tahun pascapemerkosaan yang menyita perhatian publik luas tidak berpengaruh. Pada Desember 2012, Jyoti Singh, 23, mahasiswa kedokteran, diperkosa, dipukuli, dan disiksa enam orang dalam sebuah bus di Delhi. Ia meninggal dua minggu kemudian. Puluhan ribu orang turun ke jalan-jalan mengutuk aksi bejat yang menimpa Singh. Polisi pun menjadi sasaran kritik luas. Pemerintah yang cepat menanggapi masalah itu mengeluarkan aturan untuk melipatgandakan hukuman penjara untuk kasus pemerkosaan, penguntitan, dan perdagangan perempuan. Dalam kasus lain di Uttar Pradesh, polisi menangkap seorang pria 20 tahun yang diduga memerkosa seorang bocah perempuan enam tahun. Terpisah, aparat keamanan juga sedang menyelidiki sembilan orang karena diduga memerkosa seorang wanita ketika dia berangkat ke ladang. Selain itu, tiga anak laki-laki dilaporkan menculik seorang gadis remaja dari rumahnya dan memerkosanya berulang kali di lapangan di Negara Bagian Haryana dan kemudian di Delhi sebelum ia melarikan diri.

Menurut statistik pemerintah, ada 244.270 kasus pelanggaran terhadap perempuan yang dilaporkan ke polisi pada 2012 atau meningkat 6% dari tahun sebelumnya. Para aktivis meragukan angka itu yang disebut hanya mewakili sebagian kecil dari jumlah total kejahatan sesungguhnya. Mereka mengatakan tindakan lebih konkret diperlukan untuk memecahkan masalah kekerasan dan pelecehan seksual di 'Negeri Hindustan', termasuk pendidikan yang lebih baik bagi kaum muda dan penyediaan infrastruktur keamanan dasar seperti lampu jalan dan kamar mandi umum. Meenakshi Ganguly, Direktur Divisi Asia Selatan Human Rights Watch (HRW), menyatakan penguatan di sisi regulasi atau undang-undang hanya satu langkah dalam menangani masalah yang jauh lebih luas dan kompleks. "Pemerintah India masih perlu melakukan lebih banyak hal untuk memastikan perlindungan yang lebih baik serta penegakan hukum yang kuat," ujarnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya