Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PIHAK-PIHAK pendukung dan penentang Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit) semakin intensif mengampanyekan upaya mereka, Sabtu (14/5) . Perdana Menteri (PM) David Cameron memperingatkan dampak ekonomi yang bakal dihadapi mereka jika London hengkang dari blok beranggotakan 28 negara itu. Cameron, yang masa depan politiknya sangat bergantung pada referendum 23 Juni nanti, mengatakan Inggris Raya bisa tergelincir ke jurang resesi jika menarik diri dari Uni Eropa.
"Jika kita memilih untuk meninggalkan (Uni Eropa) pada 23 Juni, berarti kita memilih harga barang yang tinggi, lapangan pekerjaan yang sedikit, memberikan suara untuk pertumbuhan yang lebih rendah, memberikan suara untuk p tensi resesi," kata Cameron di hadapan para konstituen. Pemimpin Partai Buruh atau oposisi utama, Jeremy Corbyn, membuat penampilan impresif saat berkampanye di London. Meski Cameron, politikus Partai Konservatif, dan Corbyn merupakan saingan, keduanya sepakat Inggris harus tetap di UE.
'Kesatuan' sikap dua politikus berpengaruh itu telah menghimpun sebagian besar tokoh politik utama di 'Negeri Ratu Elizabeth'. Dari sisi pro-Brexit, mantan Wali Kota London Boris Johnson menekankan Inggris bisa berkembang jika berada di luar struktur UE. Ia mengatakan Inggris bisa bebas menegosiasikan kesepakatan perdagangan sendiri dan terbebas dari ganjalan birokrasi. Bahkan, Johnson menyamakan UE dengan Hitler yang ingin menyatukan seluruh Eropa dalam satu otoritas tunggal. Inggris akan melaksanakan referendum untuk menentukan apakah negara itu harus keluar dari UE atau tetap di dalam blok itu. Dengan kurang dari enam pekan menjelang pemungutan suara, jajak pendapat situs What UK Thinks mengatakan komposisi kemenangan dua kubu sama-sama 50%. Jajak pendapat baru, Sabtu (14/5), menunjukkan Cameron juga harus berjuang untuk meyakinkan para pemilih bahwa ucapannya mengenai Eropa ialah benar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved