KEMENTERIAN Kesehatan Korea Selatan (Korsel), kemarin, melaporkan korban tewas ke-15 akibat Middle East respiratory syndrome (MERS). Korban tewas teranyar tersebut ialah seorang pria berusia 62 tahun. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (14/6) siang di Busan, Korsel. Sebelumnya, pria yang tidak disebutkan namanya itu dinyatakan terinfeksi MERS pada 7 Juni silam.
Ia diduga tertular virus tersebut saat menjalani perawatan di Samsung Medical Center, Seoul, Korsel. Pada hari yang sama, pemerintah Korsel juga melaporkan tujuh kasus baru MERS. Dengan tambahan tujuh kasus baru tersebut, korban yang terjangkit MERS di 'Negeri Ginseng' itu kini telah menembus angka 145 orang. Empat dari tujuh korban baru tersebut dinyatakan positif terjangkit MERS di Samsung Medical Center.
Hal itu membuat rumah sakit tersebut menjadi yang paling banyak menangani kasus MERS, yaitu sebanyak 70 pasien. Dua pasien baru lainnya yang terinfeksi MERS merupakan warga Korsel yang berada di pusat kota Daejeon dan Hwaseong, yang berjarak sekitar 43 kilometer di selatan Seoul. Satu korban baru yang terakhir merupakan seorang staf medis yang sebelumnya membantu membawa pasien MERS ke rumah sakit.
Staf medis tersebut masih bisa dikatakan beruntung. Pasalnya, seorang sopir ambulans yang juga mengangkut pasien MERS yang sama bersama staf medis tersebut juga terinfeksi virus tersebut dan telah meninggal pada 10 Juni silam.
Kebijakan baru Song Jae-Hoon, Presiden Samsung Medical Center, rumah sakit yang terdapat pasien MERS terbanyak, mengeluarkan kebijakan baru untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran virus tersebut. Ia memerintahkan sebagian besar kegiatan di rumah sakit tersebut ditangguhkan sementara. "Untuk sementara, kami tidak menerima pasien rawat jalan, tidak menerima pasien baru, atau melakukan operasi yang dianggap tidak mendesak," ujar Song.
Presiden rumah sakit itu juga melarang keluarga pasien yang dirawat di Samsung Medical Center untuk berkunjung. Ia mengungkapkan hal itu berlaku hingga 24 Juni mendatang. Dilanjutkan atau tidaknya kebijakan itu tergantung pada perkembangan di rumah sakit tersebut. Hingga kini, dua dokter dan tiga perawat di Samsung Medical Center telah terinfeksi. Lebih dari 400 pasien, keluarga dan staf medis serta sopir ambulans juga dilaporkan telah terinfeksi. Hingga saat ini jumlah orang yang dikarantina karena diduga terlibat kontak langsung dengan pengidap MERS di Korsel telah mencapai 4.856 jiwa.
Slovakia Di Eropa, Sabtu (13/6), seorang pria Korsel yang diduga terjangkit MERS dirawat di Bratislava, Slovakia. Pria berusia 38 tahun itu dilaporkan tiba di Slovakia pada 3 Juni. Kementerian Luar Negeri Korsel mengatakan pria itu menghubungi Kedutaan Besar Korsel di Slovakia saat merasa demam. "Dia mengatakan tidak mengunjungi rumah sakit mana pun sebelum berangkat ke Slovakia," kata Kemenlu Korsel.