Perekrutan Anggota IS Harus Dihentikan

MI/ANDHIKA PRASETYO
12/6/2015 00:00
Perekrutan Anggota IS Harus Dihentikan
()
AKSI kelompok militan Islamic State (IS) dalam merekrut anggota baru melalui media sosial harus dihentikan. Demikian disampaikan sejumlah pejabat tinggi Australia dan pakar teknologi dalam Regional Countering Violent Extremism (CVE) Summit: Challenging Terrorist Propaganda di Sydney, Australia, kemarin.

"Kelompok militan telah berhasil mengeksploitasi media sosial untuk mengembangkan ideologi mereka. Mereka berhasil membanjiri target mereka dengan propaganda yang menimbulkan konflik," kata Jaksa Agung Australia George Brandis dalam kata sambutannya di Konferensi Asia Pasifik tersebut.

"Melalui media sosial, mereka juga dapat menarik minat para pejuang asing dari setiap sudut dunia," kata Brandis. "Dalam dua hari mendatang, kami akan memperdalam pengetahuan kami mengenai faktor-faktor apa saja yang mendorong warga kami terjerumus ke dalam ideologi ekstremis mereka."

Sebelumnya, Brandis menyebutkan bahwa media sosial seperti Google, Facebook, dan Twitter menjadi ladang perekrutan grup ekstremis. "Dapat dikatakan perekrutan secara daring merupakan aspek paling berbahaya dari perekrutan teroris. Sudah tidak diragukan lagi perekrutan ini ditujukan kepada kaum muda," tegasnya.

"Namun, Google, Facebook, dan Twitter sudah sangat kooperatif. Mereka sudah melakukan kerja sama dengan pemerintah untuk melindungi para pengguna mereka dari ambisi besar IS untuk melakukan perekrutan," tuturnya.

Cara menangkal
Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott yang juga hadir dalam konferensi tersebut mengatakan pembahasan penangkalan ideologi IS sangat penting. Dia mengatakan sebuah cara harus dicari untuk menangkal ideologi ekstremis yang mereka sebarkan untuk menarik ribuan pejuang asing.

"Kalian tidak bisa bernegosiasi dengan kelompok seperti mereka. Anda hanya bisa melawan. Ini bukanlah terorisme lokal, ini merupakan terorisme dengan ambisi global," tegas Abbott. Abbott juga mengatakan terorisme merupakan bentuk modern dari pengkhianatan seseorang terhadap negaranya dan menjadi tantangan keamanan terbesar bagi dunia.

"Kami perlu membuat para pemuda memahami bahwa bergabung dengan kelompok ekstremis tersebut merupakan jalan yang benar-benar sesat dan bukan cara yang benar untuk mengekspresikan hasrat mereka," imbuhnya.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Julie Bishop mengatakan keluarga dan teman-teman mereka yang menjadi antiradikal harus dimanfaatkan dalam melawan taktik propaganda kelompok ekstremis.

"Seseorang dari latar belakang dan kepercayaan yang sama merupakan sumber terbaik untuk memahami apa motivasi mereka. Mereka juga bisa membantu memberi tahu di mana kelompok ekstremis itu memberikan motivasi dan pemahaman setelah para pemuda tersebut direkrut," ujar Bishop.

Bishop menganggap taktik IS melalui media sosial sama seperti cara para pelaku perdagangan seksual secara daring. "Taktik mereka sama. Mereka membuat para pemuda tersebut tidak memberi tahu segala hal yang telah mereka lakukan," lanjutnya. (AFP/AP/Wtop/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya