BAGI aktor Inggris Michael Enright, rekaman video yang dirilis kelompok Islamic State (IS) yang mempertontonkan eksekusi wartawan Amerika Serikat (AS) James Foley pada Agustus 2014 memotivasinya untuk berangkat ke Suriah guna bergabung dalam perang melawan kelompok ekstrem tersebut.
''Menyedihkan sekaligus mengejutkan. Tindakan itu membuat saya marah,'' ungkap Enright.
Pembunuhan berikutnya terhadap sandera lain asal Inggris dan Jepang, juga penganiayaan terhadap kelompok minoritas Yazidi di Irak menguatkan tekad Enright. ''Saya ingin membantu semampu yang saya bisa,'' imbuhnya.
Benar saja, tekad itu membuat dia rela meninggalkan kehidupannya di Los Angeles, AS, Maret lalu. Enright berangkat ke Suriah melalui Turki dan Irak. Aktor berusia 51 tahun itu kini menjadi 'tentara' sukarelawan, berjuang bersama dengan pejuang Kurdi di Suriah dalam menggempur IS.
Enright juga menyeru kepada pemerintah Inggris agar mengkaji ulang kebijakan tidak mengirim dukungan udara untuk perang anti-IS di Suriah.
''Saya tahu Perdana Menteri David Cameron memiliki banyak urusan dengan Uni Eropa dan Ukraina, tapi jika mungkin, kami di sini benar-benar butuh bantuan,'' kata dia.
Saat berbicara kepada kantor berita CNN dari Rojava, basis Kurdi di Suriah Utara, Enright mengatakan pasukan Kurdi butuh lebih banyak dukungan udara untuk bisa memotong rute pasokan IS.
Namun, kisah Enright itu dibantah mantan anggota militer AS yang kini menjadi perekrut orang asing yang hendak bergabung dengan pasukan Kurdi melawan IS, Jordan Matson. Dia menyangsikan niat Enright.
Menurut Matson, Enright sudah dikeluarkan dari empat unit tempur dan telah dua kali diminta pergi oleh tentara Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG). Matson menduga Enright pergi ke Suriah hanya untuk menulis naskah film dan mempromosikan diri.
Enright membela diri. Dia mengaku memang membawa dua kamera ke sana. ''Begitu tahu bahwa saya bekerja di dunia perfilman dan televisi, pasukan Kurdi meminta saya merekam situasi,'' kata Enright yang sempat berperan kecil dalam film Hollywood Pirates of the Caribbean: Dead Man's Chest (2006), juga Knight and Day (2010).
Enright yang lahir di Manchester berkeras tekadnya murni menumpas IS. Kata dia, ''Perjuangan ini sampai ke titik saya hanya ingin benar-benar memusnahkan, membunuh mereka di depan mata.'' Enright berniat berjuang hingga IS keluar dari Rojava.(CNN/Daily Mail/Hym/I-1)