INDONESIA akan mengambil momentum untuk menjadi poros maritim dunia melalui Indian Ocean Rim Association (IORA). Indonesia ditunjuk sebagai ketua serta tuan rumah pertemuan organisasi itu pada periode 2015-2017.
"IORA merupakan salah satu agenda penting bagi Indonesia karena kerja sama internasional tersebut sesuai dengan visi poros maritim dunia yang dicetuskan Presiden Joko Widodo," ujar Benyamin Carnadi, Direktur Kerja Sama Intrakawasan Asia Pasifik dan Afrika di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, kemarin.
Pria yang kerap disapa Ben tersebut mengatakan, sebagai tuan rumah, Indonesia mendapat momentum yang baik dari event internasional tersebut dengan menjadikan IORA sebagai kerja sama yang strategis. "Kita ingin menjadikan IORA relevan dengan mengedepankan konsolidasi kelembagaan. Kita bisa menjadikan hal ini sebagai kerja sama yang strategis," imbuh Ben.
Ben menambahkan Indonesia akan melanjutkan apa yang telah dilakukan Australia dan India sebagai pemimpin IORA sebelumnya.
Indonesia, lanjut Ben, juga tidak akan sekadar memimpin dan menjadi tuan rumah, tetapi harus membawa gagasan, ide-ide, dan visi-visi pembaruan untuk memajukan dan mengatasi permasalahan yang dialami negara-negara di sekitar Samudra Hindia. "Kita akan meng-address isu-isu yang sedang kita alami saat ini seperti illegal fishing, imigran ilegal, dan bencana alam," lanjut Ben.
IORA sudah memiliki enam prioritas utama untuk direalisasikan. Enam prioritas tersebut ialah maritime safety and security, trade investment facilitation, fisheries management, disaster risk management, tourism and cultural exchange, dan academic, science and technology cooperation.
Pertemuan puncak IORA bakal diselenggarakan pada 20 hingga 23 Oktober 2015 di Jakarta dan Padang. Jakarta disiapkan untuk menggelar event yang bertajuk Indian Ocean Rim Business Forum pada 22 Oktober. (Pra/I-2)