KORBAN tewas akibat Middle East respiratory syndrome (MERS) di Korea Selatan bertambah satu orang lagi. Kemarin, Kementerian Kesehatan 'Negeri Ginseng' itu melaporkan bahwa korban meninggal dunia terbaru ialah seorang perempuan berusia 68 tahun yang sempat berinteraksi dengan seorang pasien di Seoul. Perempuan itu tercatat mengunjungi pasien MERS pada 27 dan 28 Mei lalu.
Hal itu membuat korban tewas akibat MERS di Korsel menjadi tujuh orang. Kementerian Kesehatan Korsel mengungkapkan bahwa ketujuh pasien yang meninggal itu memiliki masalah kesehatan sebelum terjangkit virus MERS. Hingga kini, total kasus MERS menjadi 95 kasus, dari sebelumnya hanya empat kasus pada dua pekan lalu.
Per Selasa (9/6), ada delapan kasus MERS. Angka itu menurun dari 23 kasus pada sehari sebelumnya. Namun, para pakar mengatakan terlalu dini berbicara mengenai tren penurunan penyebaran MERS. Menteri Kesehatan Korsel Chin Young mengatakan, beberapa hari ke depan akan menjadi masa kritis untuk menentukan apakah upaya pemerintah berhasil mengurangi sebaran virus yang telah menewaskan tujuh orang dan menyebabkan sekitar 100 orang lainnya dirawat.
"Minggu ini sangat krusial," ucap Chin. Meski telah memakan banyak korban, seorang turis asal Tiongkok tetap melanjutkan perjalanannya ke Korsel. Menurutnya, ia hanya sedikit khawatir, tetapi selebihnya tidak ada masalah.
"Saya hanya akan menggunakan ini (masker) untuk membuat saya nyaman," ujar Xiu Xin. Untuk mengatasi wabah MERS di Korsel, sebanyak 2.500 pasien dirawat dan sekitar 2.000 sekolah di Seoul dan sekitar kawasan Provinsi Gyeonggi ditutup. Pemerintah Korsel berkomitmen untuk menanggulangi masalah MERS akhir pekan ini. Pasalnya, hal itu berdampak pada kondisi ekonomi Korsel.
Turis diperiksa Sementara itu dari Bali, Otoritas Bandara Ngurah Rai mengantisipasi penyebaran virus MERS dengan melakukan pemeriksaan ketat terhadap wisatawan asal Korsel. Wisatawan asal 'Negeri Ginseng' itu harus melewati alat pendeteksi suhu tubuh (thermoscanner). General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Trikora Harjo, mengatakan virus MERS yang mewabah di Korsel membuat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali waspada.
"Alat thermoscanner sudah kita pasang di terminal kedatangan agar virus MERS tidak menyebar ke Bali," katanya di Denpasar, Selasa (9/6). Menurutnya, pemasangan alat tersebut dianggap wajar, lantaran setiap hari ada penerbangan dari Korsel menuju Bali. "Sejak virus itu terdeteksi, kita langsung antisipasi. Sejak 4 Juni, alat-alat itu kita pasang di kedatangan internasional," imbuhnya.