MENTERI Keuangan Yunani Yanis Varoufakis, Senin (8/6) waktu setempat, memperingatkan bahwa para pemimpin Uni Eropa berkewajiban untuk menghindari 'kegagalan' bersejarah terkait pembicaraan utang Yunani dengan para kreditur. "Apa yang kita butuhkan adalah kesepakatan cepat," kata Varoufakis dalam sebuah diskusi di Berlin, Jerman.
Varoufakis memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan utang akan dilihat sejarah sebagai 'kegagalan kelas politik Uni Eropa', termasuk dirinya, Wolfgang Schaeuble, Angela Merkel, dan Alexis Tsipras. "Kami memiliki tugas sejarah untuk tidak membiarkan hal ini terjadi," katanya. Yunani perlu mencairkan dana sekitar 7,2 miliar euro (US$8 miliar) dalam dana penyelamatan agar mampu membayar 1,6 miliar euro kepada Dana Moneter Internasional (IMF) pada 30 Juni. Jika gagal, akan memicu serangkaian peristiwa yang bisa mengakibatkan euro berantakan.
Varoufakis juga meminta Kanselir Jerman Angela Merkel untuk menyampaikan sebuah 'pidato harap-an' di Yunani, mirip dengan yang disampaikan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat James Byrnes di Stuttgart pada 1946. Pidato itu menandai pergeseran pascaperang untuk kebijakan rekonstruksi ekonomi Jerman. Dia mengatakan pidato harapan untuk Yunani bisa menandai sebuah perubahan besar.
"Siapa yang harus menyampaikan pidato harapan itu? Yah saya pikir seharusnya kanselir Jerman," katanya sembari menambahkan itu bisa diadakan di Athena atau di kota Yunani lainnya. Pidato dan diskusi tentang masa depan Yunani di Uni Eropa diselenggarakan Hans-Boeckler Foundation, yang dekat dengan serikat konfederasi DGB (Deutscher Gewerkschaftsbund/The Confederation of German Trade Unions).
Di tengah gerilya dan manuver Varoufakis itu, posisi Yunani benar-benar berada di ujung tanduk. Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde melihat kemungkinan besar Athena bisa keluar dari zona euro, yang luas dikenal sebagai Greece Exit atau Grexit, setelah empat bulan negosiasi bailout gagal mencapai kesepakatan.