KELOMPOK pemberontak Taliban Pakistan mendesak etnik Rohingya di Myanmar untuk bangkit dan melawan penguasa negara, Senin (8/6).
Taliban mengatakan siap memfasilitasi pelatihan dan membantu etnik minoritas di Myanmar tersebut untuk mengangkat pedang.
Juru bicara Jamaat-ul-Ahrar faksi Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), Ehsanullah Ehsan, mengatakan kelompoknya merasakan kesedihan kelompok minoritas Rohingya di Myanmar.
Apalagi, pemerintah Myanmar menolak mengakui sebagian dari 1,3 juta warga Rohingya sebagai warga negara yang sah. Tidak hanya itu, etnik Rohingya juga mendapatkan sejumlah perlakuan diskriminatif seperti pembatasan akses pekerjaan dan fasilitas kesehatan.
"Saya menyeru kepada para pemuda Burma (Myanmar) untuk mengambil pedang dan berperang. Kami siap membantu dengan memberikan pelatihan dan sumber daya. Semuanya tersedia untuk membantu Anda (etnik Rohingya)," kata Ehsan dalam pesan audio yang dikirim ke media.
TTP telah berperang dan menewaskan ribuan orang dalam perjuangan berdarah melawan pemerintah Pakistan sejak 2007. Namun, kelompok itu jarang menunjukkan minat untuk membantu perjuangan kelompok sepaham lainnya di luar Pakistan. Akan Tetapi, isu mengenai etnik Rohingya mulai mencampuradukkan opini publik di Pakistan.