Pertemuan G-7 Disambut Unjuk Rasa

MI/AFP/Pra/I-3
08/6/2015 00:00
 Pertemuan G-7 Disambut Unjuk Rasa
(AP)
SEKITAR 4.000 demonstran menggelar aksi unjuk rasa secara damai di Garmisch-Partenkirchen, Jerman, Sabtu (6/6). Unjuk rasa tersebut ditujukan untuk menentang pertemuan kelompok tujuh negara industri yang tergabung dalam G-7 di Jerman. Salah satu pengunjuk rasa yang enggan disebutkan namanya mengatakan mereka berkumpul di tempat tersebut untuk mengkritik kapitalisme. "G-7 tidak sesuai dengan demokrasi," ujar wanita 22 tahun tersebut.

Para pengunjuk rasa itu berunjuk rasa dengan cara berbeda. Mereka melakukan aksi dengan menggunakan atribut berwarna-warni sambil memainkan alat musik.  Mereka tidak melakukan aksi-aksi yang menimbulkan kericuhan. Margit Landgraf, 73, pengunjuk rasa yang berada di barisan paling depan, memegang spanduk bertuliskan 'Unjuk rasa dengan damai'.

"Saya hanya ingin semua berjalan dengan damai. Apa yang ingin para demonstran suarakan tidaklah salah." Namun, beberapa saat sebelum unjuk rasa berakhir, insiden kecil tidak dapat terelakkan. Terjadi bentrokan antara para pengunjuk rasa dan aparat keamanan. Petugas paramedis mengatakan sejumlah pengunjuk rasa dilarikan ke rumah sakit dan sekitar 30 orang menderita luka ringan.

Garmisch-Partenkirchen merupakan sebuah kota yang terletak sekitar 15 kilometer dari Puri Elmau yang menjadi lokasi pertemuan para pemimpin dunia untuk berkumpul selama dua hari yang dimulai Minggu (7/6). Sementara itu, dengan menggunakan pesawat Air Force One, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mendarat di Muenchen, Jerman, kemarin pagi.

Kedatangan Obama yang menghadiri pertemuan G-7 disambut warga setempat yang mengenakan pakaian tradisional. Pertemuan G-7 akan dihadiri pemimpin AS, Prancis, Inggris, Kanada, Italia, dan Jepang. Pertemuan tersebut diperkirakan akan membahas beberapa permasalahan penting yang sedang terjadi saat ini. Beberapa di antaranya krisis ekonomi di Yunani dan konflik antara Ukraina dan Rusia. Sebelumnya, Rusia masuk G-7, tetapi kemudian disingkirkan negara Barat setelah mereka menganeksasi Krimea pada tahun lalu.  Aneksasi itu terjadi setelah Ukraina memilih bekerja sama dengan Barat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya