Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DENGAN mengenakan toga, Tanishq Abraham menunjukkan ijazahnya. Senyumnya mengembang lebar. Dia disambut tepuk tangan dan sorak-sorai gembira saat diwisuda bersama ratusan mahasiswa lain.
Kisah mahasiswa lulus dari perguruan tinggi itu cerita lazim. Yang luar biasa dari mahasiswa satu ini ialah usianya.
Abraham berusia 11 tahun saat lulus dari community college alias kampus komunitas American River College di Sacramento, California, Amerika Serikat, Mei lalu.
Abraham meraih tiga associate degree sekaligus, yakni gelar pendidikan diploma selama 2 tahun atau kurang, dalam bidang matematika, ilmu fisika, dan ilmu bahasa asing.
Abraham memang dijuluki anak ajaib.
Saat berusia 4 tahun, dia diterima sebagai anggota Mensa, kelompok orang-orang yang memiliki tingkat IQ tertinggi karena meliputi hanya 2% dari populasi dunia.
Anak pasangan berdarah India, Bijou, dan Taji Abraham itu sudah memulai kuliah semasa masih di SMA pada usia 7 tahun.
"Asumsinya dia merupakan lulusan termuda sepanjang sejarah. Namun, kami memang tidak punya arsip untuk mengonfirmasinya. Yang pasti, dia merupakan lulusan termuda tahun ini," ucap juru bicara kampus, Scott Crow.
Anak sulung dari dua bersaudara itu juga aktif menulis di blog tentang astronomi untuk Badan Nasional Aeronautika dan Angkasa Luar AS atau NASA.
Dia gemar berdiskusi soal teori relativitas, partikel fundamental, dan astrobiologi--topik-topik bahasan yang termasuk sangat tidak biasa untuk kalangan anak-anak seusia Abraham.
Taji, ibu sang bocah ajaib, yang berprofesi sebagai dokter hewan, mengakui anaknya itu memang telah menunjukkan kelebihan sejak kecil.
"Sejak usia taman kanak-kanak, dia sudah sering bertanya ini itu dan selalu mencari-cari jawaban," ucap ibu dua anak itu.
Adik Abraham, bernama Tiara, 9, juga masuk kelompok Mensa sejak usia 4 tahun.
Adapun Bijou, sang ayah, merupakan insinyur peranti lunak.
Saat lulus SMA tahun lalu, Abraham bahkan menerima surat resmi ucapan selamat atas kelulusan, tidak tanggung-tanggung dari Presiden AS Barack Obama.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi KXTV, si bocah mengaku, "Aku tidak tahu otakku ini kenapa. Kalau ada orang mulai membahas suatu topik, topik itu langsung saja muncul di benakku."
Kepada stasiun televisi KCRA, Abraham juga menyebut kelulusannya dengan tiga gelar diploma pada usia 11 tahun itu bukan hal yang luar biasa.
"Aku hanya mengikuti minatku," kata dia.
Sehari setelah diwisuda, Abraham berbagi kegembiraan lewat Twitter.
"Tiga gelar diploma! Merasa luar biasa telah menyempurnakan langkah awal menuju tujuan besarku, Hadiah Nobel, dokter/periset, dan POTUS," kata sang bocah di jejaring itu.
Ya, si bocah ajaib bercita-cita menjadi POTUS--president of the United States alias residen AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved