KELUARGA para penumpang kapal Dongfangzixing mengungkapkan rasa duka dan amarah mereka ketika pejabat Tiongkok, kemarin, menyatakan tidak ada lagi harapan menemukan korban yang selamat.
Dari 456 penumpang Dongfangzixing (Bintang Timur), hanya 14 yang dapat diselamatkan. Adapun 97 orang lain dipastikan tewas dan selebihnya belum ditemukan.
Kapal Dongfangzixing yang mayoritas penumpangnya turis lansia itu terbalik di Provinsi Hubei akibat badai pada Senin (1/6). Kemarin, derek apung telah disiapkan untuk mengangkat kapal yang terbalik itu. Di dalamnya diduga masih ada 345 penumpang dengan kondisi yang belum diketahui.
Juru bicara Kementerian Transportasi Tiongkok, Xu Chengguang, Kamis (4/6) malam waktu setempat, menyatakan tim penyelamat memutuskan untuk mengangkat kapal nahas itu dengan pertimbangan sudah mustahil ada korban lain yang masih selamat. Kemarin, Xu menambahkan kapal akan diangkat sepenuhnya ke atas permukaan air sehingga tim penyelamat bisa mencari para korban yang terperangkap di dalam kapal.
Dengan kemungkinan jumlah korban tewas mencapai 442 orang, insiden yang terjadi di Sungai Yangtze itu menjadi kecelakaan kapal terburuk di Tiongkok dalam 70 tahun terakhir. Menurut saksi mata, kapal itu terbalik dalam waktu kurang dari 1 menit setelah dihantam badai yang tiba-tiba muncul di kawasan tersebut.
Upaya mengangkat kapal sepanjang 76,5 meter dengan berat 2.200 ton itu merupakan operasi yang rumit dan berisiko.
Kerabat korban kecelakaan kapal itu sempat bentrok dengan polisi pada awal pekan ini dan mereka kembali mengungkapkan amarah dalam konferensi pers di Jianli, kemarin. "Apa yang kami dengar hanyalah kata-kata yang telah disusun dengan manis, tapi penuh kebohongan," teriak seorang kakek dalam ruangan penuh wartawan. Dia lantas dikawal keluar oleh polisi.
Sejumlah keluarga korban juga membuat petisi daring di jejaring sosial Wechat. Mereka menuntut pemimpin pemerintahan setempat meminta maaf, menggelar penyelidikan kecelakaan itu, dan mendesak perusahaan kapal memberikan kompensasi kepada keluarga korban.
Keluarga korban juga menuntut agar kapten kapal Dongfangzixing, salah seorang yang selamat dari kecelakaan itu, dihukum mati. Kapten kapal tersebut saat ini tengah ditahan polisi.
Surat kabar milik pemerintah, China Daily, mengidentifikasi kapten tersebut sebagai Zhang Shunwen, 52. Dia berpengalaman sebagai kapten kapal selama 35 tahun. Zhang diselamatkan kapal patroli 2 jam setelah kecelakaan terjadi.
Laporan surat kabar setempat juga menyatakan kapal lain di Sungai Yangtze menurunkan jangkar begitu mendapatkan informasi mengenai badai yang melanda pada Senin (1/6). Sebaliknya kapal Dongfangzixing tetap melanjutkan perjalanan. (AFP/Bas/I-1)