Korban Tewas Menjadi 65 Orang

MI
05/6/2015 00:00
Korban Tewas Menjadi 65 Orang
(AFP/CHINA OUT)
JUMLAH korban tewas dari kapal Dongfangzixing (Bintang Timur) yang tenggelam akibat badai di Sungai Yangtze, Jinlai, Provinsi Hubei, Tiongkok, bertambah menjadi 65 orang. Kemarin, tim penyelamat menemukan 39 jenazah.

Tim penyelamat masih bekerja keras untuk mencari 370 orang lainnya yang masih hilang. Sebanyak 39 jenazah ditemukan setelah tim penyelamat membuat lubang pada lambung kapal Dongfangzixing yang terbalik.

Salah satu media Tiongkok melaporkan tim penyelamat membuat posisi kapal yang terbalik seimbang. Untuk menyeimbangkan posisi kapal, tim menggunakan derek dan selanjutnya melubangi lambung kapal.

"Tiga derek besar didatangkan ke lokasi kejadian untuk menyeimbangkan kapal yang memiliki panjang 76,5 meter tersebut," ujar kepala tim penyelamat Wang Zhigang.

Tim penyelamat mengungkapkan kecil kemungkinan ada korban yang masih bertahan hidup. Keraguan itu diungkapkan setelah mereka melihat kondisi kapal. "Jika dalam waktu 72 jam tidak ada tanda-tanda kehidupan, pencarian mungkin dihentikan," tegas Zhigang.

Berbeda pendapat dengan kepala tim penyelamat, pakar maritim Li Qixiu mengatakan kapal tenggelam dengan sangat cepat. Dengan begitu, kata dia, mungkin masih ada udara yang terperangkap dalam kapal. "Mungkin masih ada korban yang bisa bertahan hidup di dalam kapal."

Hingga saat ini, hanya 14 orang yang ditemukan dalam keadaan hidup. Mereka ditemukan selamat setelah berlindung di dalam kantong udara. Kapten kapal dan kepala mekanik yang selamat telah dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Sejumlah keluarga korban mempertanyakan tindakan yang diambil kapten kapal. Mereka mempertanyakan mengapa kapten kapal tidak segera menepikan kapal ke daratan ketika badai datang.

Para keluarga korban mengaku frustrasi karena pemerintah tidak secara aktif memberikan informasi terbaru terkait dengan kecelakaan tersebut. Mereka mengatakan kecewa dengan informasi yang diberikan pemerintah.

Sejak adanya laporan kejadian, para keluarga korban berkumpul di lokasi tidak jauh dari lokasi bencana dengan harapan mendapat informasi mengenai anggota keluarga mereka.

"Dari yang terdaftar, ada sekitar 300 anggota keluarga korban yang datang ke sini. Ada juga yang tidak mendaftar, tapi kami tidak tahu berapa banyak," ujar pejabat yang melayani keluarga korban.

Sementara itu, otoritas setempat memperluas wilayah pencarian hingga 220 kilometer dari lokasi kecelakaan untuk memaksimalkan upaya pencarian.

Dengan upaya tersebut, diharapkan dapat ditemukan korban lainnya. Dengan jumlah korban tewas yang mencapai 65 orang, 370 orang masih belum ditemukan. Insiden tenggelamnya kapal Dongfangzixing merupakan kecelakaan kapal dengan korban terbesar dalam kurun 70 tahun terakhir.

Kecelakaan kapal terparah terjadi pada 1948. Saat itu, kapal SS Kiangya tenggelam dengan korban tewas mencapai sekitar 4.000 orang. (AFP/Pra/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya