Peluang Korban Selamat Menipis

MI/AFP/Fox/I-1
04/6/2015 00:00
Peluang Korban Selamat Menipis
(AFP)
HARAPAN menemukan penumpang yang selamat semakin pupus setelah waktu terbaliknya kapal turis Dongfangzixing di Sungai Yangtze, Tiongkok, Senin (1/6), mencapai 36 jam. "Kami sedang berlomba dengan waktu dalam pencarian ini. Kecelakaan terjadi tiba-tiba dan penyelamatan sulit akibat hujan lebat," kata Menteri Transportasi Tiongkok, Yang Chuantang sambil menambahkan bahwa pemerintah tidak akan menyerah selama masih ada harapan.

Hingga berita ini disusun kemarin, lebih dari 400 orang masih hilang akibat kapal Dongfangzixing, yang berarti 'Bintang Timur', terbalik. Menurut media pemerintah Tiongkok, baru 14 orang yang bisa diselamatkan dari kapal. Petugas penyelamat juga menemukan 19 jasad. Stasiun televisi Tiongkok CCTV melaporkan ada ratusan penumpang yang sebagian besar manula masih hilang dan mungkin terjebak di dalam kapal yang terbalik.

Para penumpang amat mungkin tidak sempat menyelamatkan diri sebab kapal tenggelam dalam hitungan detik. Pemerintah pun memperluas wilayah pencarian hingga wilayah Wuhan atau 220 kilometer dari hilir sungai. Para insinyur juga mengkaji opsi memotong lambung di tiga tempat atau mengangkat kapal hingga ke posisi tegak. Adapun prioritas saat ini ialah operasi pencarian korban selamat.

Para penyelam harus mencari korban selamat dalam kondisi yang sangat sulit. Kapal Bintang Timur memiliki 150 kamar dan para penyelam harus mencari ke setiap kamar. "Air sungai di daerah kecelakaan terjadi cukup berlumpur dan hampir tidak ada jarak pandang. Para penyelam hanya bisa mengandalkan sentuhan saat menyelam guna mencari dan menyelamatkan penumpang," kata Wakil Direktur Departemen Penyelamatan Kementerian Transportasi Tiongkok, Zhang Jianxin.

Nakhoda dan mekanik kapal yang selamat telah diinterogasi polisi. Keduanya menyatakan kapal terjebak dalam badai. Keterangan itu dibenarkan saksi lainnya. Seorang warga pria lokal bernama Wang pun menyatakan badai yang terjadi pada Senin (1/6) malam itu, saat kapal terbalik, ialah badai terburuk yang pernah ia lihat selama bertahun-tahun.
Sebanyak 456 orang berada di atas kapal yang menjalani rute wisata dari kota Nanjing ke Chongqing.

Kapal terhempas badai dan terbalik saat berada di wilayah Jianli, Provinsi Hubei. Aparat berwenang membuat perimeter keamanan sekitar dua kilometer dari lokasi dan tidak mengizinkan peliputan kecuali untuk kantor berita Xinhua dan CCTV. Sementara itu, di Shanghai, yang merupakan kota asal 97 penumpang, pemerintah se-tempat mendirikan pusat krisis untuk para kerabat supaya dapat memperoleh informasi tentang upaya pencarian dan penyelamatan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya