Koalisi Pimpinan AS Bahas Islamic State

MI
03/6/2015 00:00
Koalisi Pimpinan AS Bahas Islamic State
(AFP/STEPHANE DE SAKUTIN)
SEBANYAK 20 menteri dari koalisi negara pimpinan Amerika Serikat melakukan pembicaraan mengenai kelompok ekstrem Islamic State di Paris, Prancis, Selasa (2/6).

Pembicaraan dilakukan setelah pemimpin Irak meminta dukungan lebih untuk melawan IS yang kini mulai didominasi warga non-Irak.

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan kemajuan yang didapatkan IS merepresentasikan kegagalan komunitas global dalam menangkal kelompok tersebut.

Pembicaraan juga membahas serangan bom bunuh diri terbaru IS pada sebuah pangkalan polisi Irak. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 37 orang.

Rencana Irak untuk merebut kembali Kota Ramadi mendominasi pertemuan koalisi. Abadi bahkan menjelaskan bagaimana strategi pemerintah Irak untuk merebut kembali Kota Ramadi dan bantuan apa yang bisa dilakukan koalisi.

"Ini bukan pertemuan seperti biasanya," kata seorang pejabat senior.

Beberapa jam sebelum pertemuan, Abadi menekankan bahwa IS tidak hanya masalah bagi Irak dan Suriah. Ia menekankan bahwa IS telah meluaskan sayap hingga ke seluruh penjuru dunia.

"Aliran pejuang asing lebih banyak daripada sebelumnya. Ada masalah internasional, itu harus diselesaikan," kata Abadi kepada wartawan sebelum pertemuan.

Abadi mengatakan sampai saat ini, sekitar enam dari 10 gerilyawan IS merupakan warga non-Irak.

"IS telah menciptakan generasi baru gerilyawan yang berdedikasi dan berideologi. Mereka siap mati, tetapi mereka bukan pelaku bom bunuh diri," kata Al-Abadi. (AFP/FOX/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya