Ratusan Penumpang masih Hilang

MI
03/6/2015 00:00
Ratusan Penumpang masih Hilang
(AP)
RATUSAN orang belum ditemukan setelah kapal turis Dongfangzixing, berarti 'Bintang Timur', yang membawa lebih dari 450 penumpang tenggelam akibat diterpa badai di Sungai Yangtze, Tiongkok, Senin (1/6) malam.

Lima jenazah telah diangkat dari lokasi kejadian dan sedikitnya 30 orang sudah diselamatkan termasuk kapten dan kepala mekanik. Laporan media pemerintah menyatakan kapten dan mekanik kapal Dongfangzixing itu langsung ditahan aparat keamanan.

Sebagian besar penumpang kapal itu merupakan turis manula yang berusia 50-80 tahun. Saat kapal tenggelam, para penumpang hendak tidur. Kantor berita Xinhua menyebut kapal Dongfangzixing membawa 405 penumpang, 5 pekerja agen perjalanan, dan 47 awak kapal. Kapal itu berlayar dengan rute dari Nanjing ke Chongqing.

Menurut pengawas pelayaran Sungai Yangtze, kapal oleng lalu terbalik setelah diterjang badai di Jianli, Provinsi Hubei, wilayah tengah Tiongkok. Tujuh orang berhasil berenang ke tepian sungai.

Surat kabar China Daily melaporkan seorang perempuan berusia sekitar 60 tahun telah diangkat dalam kondisi hidup. Stasiun televisi CCTV menyebut tiga orang yang terjebak dalam kapal yang terbalik itu dipastikan masih hidup.

Surat kabar People's Daily memberitakan banyak penumpang yang masih hidup terjebak di dalam kapal. Tayangan CCTV menunjukkan tim penyelamat mengetuk badan kapal yang terbalik untuk berkomunikasi dengan penumpang yang masih hidup.

Lebih dari 2.100 tentara dan polisi, serta 150 kapal dikerahkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban. Namun, upaya penyelamatan sempat terkendala tiupan angin kencang dan hujan besar.

Presiden Tiongkok Xi Jinping telah memerintahkan agar upaya penyelamatan korban dilakukan secara maksimal, sedangkan Perdana Menteri (PM) Li Keqiang mengerahkan tim dari anggota majelis dan kabinet untuk mengarahkan upaya pencarian dan penyelamatan korban.

PM Li bersama dengan Wakil PM Mai Kai serta anggota majelis Yang Jing turut mengunjungi lokasi kejadian. Kementerian Transportasi dan sejumlah kementerian lainnya pun bekerja sama dalam upaya penyelamatan korban.

Berbagai reaksi terkait dengan tenggelamnya kapal Dongfangzixing pun menjadi perbincangan di media sosial. Pengguna media sosial Sina Weibo, Twitter versi Tiongkok, mengeluhkan laporan media pemerintah tentang insiden itu tidak memadai seperti yang pernah diberitakan saat feri Sewol tenggelam di Korea Selatan, April tahun lalu. (AP/AFP/Xinhua/Drd/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya