Menyingkap Wajah Asli IS lewat Karikatur

AFP/Basuki Eka Purnama/I-1
03/6/2015 00:00
Menyingkap Wajah Asli IS lewat Karikatur
(AFP/ATTA KENARE)
SHAHRAM Shirzadi, direktur film animasi di stasiun televisi pemerintah Iran, punya alasan memilih tokoh Raja Arab Saudi untuk karikaturnya. "Saya menunjukkan Raja Salman yang merupakan pendukung negara Barat dalam sosok aslinya, bagaikan ular berbisa yang tersenyum, tapi mematikan," dia mengaku.

Karikaturnya memang menunjukkan sosok sang raja, tapi berbadan ular derik. Karyanya itu dinyatakan sebagai pemenang pertama kompetisi kartun dan karikatur bertema antikelompok ekstremis Islamic State (IS) kategori karikatur yang dibuka pekan lalu di Teheran, Iran. Kompetisi bertajuk International Daesh Cartoon and Caricature Contest itu menarik 300 karya kartunis dari 40 negara termasuk Australia, Brasil, Italia, Malaysia, Maroko, juga Indonesia. Daesh merupakan akronim bahasa Arab untuk IS.

"Kami ingin memperlihatkan wajah asli Daesh yang mengerikan. IS menggunakan nama Islam, tapi tidak memiliki kaitan dengan agama ini. Mereka berusaha menciptakan perpecahan umat muslim," ujar Masoud Shojai-Tabatabai, ketua panitia, pada acara pembukaan kontes, Minggu (31/5).

Shojai-Tabatabai menambahkan, "Kami juga ingin mempermalukan para pendukung IS, negara-negara Barat, Israel, dan Amerika Serikat (AS).

" Kelompok garis keras Iran menuding negara Barat, Turki, Israel, dan sejumlah negara Arab sengaja menciptakan IS untuk memecah belah umat Islam dan mengalihkan perhatian dunia dari penderitaan warga Palestina.

Sejumlah tokoh yang ditampilkan para kartunis dalam kontes itu termasuk pemimpin negara AS, negara-negara Arab, juga Israel. Salah satunya memperlihatkan Hillary Clinton, mantan Menteri Luar Negeri AS yang mencalonkan diri sebagai Presiden AS mendatang, tengah menyulam sweater bertuliskan 'ISIS', nama lain IS, berbentuk tengkorak.

Pada laman kontes, Irancartoon.com, ditampilkan pula karya Lega Cecilia asal Indonesia yang disebut memenangi hadiah ketiga untuk kategori kartun dan karya Armen Hamonangan asal Indonesia yang tercatat sebagai satu dari tiga pemenang hadiah khusus kategori kartun.

Bennaji Naji, kartunis kenamaan Maroko yang diundang dalam kompetisi itu, menyatakan, "Daesh sangat berbahaya bagi dunia seperti yang kita lihat dari serangan ke Charlie Hebdo. Karena itu kita harus bersatu. Lewat kompetisi ini, saya ingin mengingatkan agar kita berhati-hati. Jangan beri uang kepada teroris. Berikan kepada warga Palestina!



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya