Korban Jiwa Capai 2.200

MI
01/6/2015 00:00
Korban Jiwa Capai 2.200
(AP/Rajanish Kakade)
SETIAP puncak musim panas, ratusan rakyat miskin di India meninggal akibat suhu tinggi. Namun, menurut Emdat (Emergency Disasters Database), pusat data bencana internasional, jumlah kematian akibat suhu panas yang ekstrem di India tahun ini merupakan yang tertinggi kedua dalam sejarah India sekaligus kelima dalam sejarah global.

Dua provinsi di India selatan, yakni Andhra Pradesh dan Telangana, merupakan yang paling terdampak. Di kedua daerah tersebut, jumlah kematian mencapai 1.979 jiwa, sedangkan di wilayah Orissa, India Timur, 17 orang meninggal. Adapun sembilan orang lainnya juga dinyatakan tewas akibat glombang panas di daerah lainnya di India.

Total korban meninggal hingga kemarin mencapai 2.200 jiwa. Sebelumnya, pada 1998, gelombang panas juga sempat melanda India dan menewaskan 2.541 orang.

Pemerintah setempat di Andhra Pradesh dan Telangana meluncurkan kampanye pendidikan publik untuk menginformasikan cara menghadapi suhu panas yang ekstrem yang tercatat sempat mencapai 48 derajat celsius.

Di Telangana, pihak berwenang menggunakan pamflet dan media lokal untuk mengimbau warga supaya tidak bepergian ke luar ruangan dan banyak minum air.

"Korban tewas di Telangana saat ini mencapai 541 orang. Memang sudah ada beberapa bantuan untuk mengatasi gelombang panas dan kami juga turun ke jalan untuk menyosialisasikan kepada warga bagaimana cara untuk tetap aman," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Telengana, BR Meena. Dia menyatakan belum ada lagi korban tewas akibat gelombang panas di wilayahnya sejak Kamis (28/5).

Adapun di Provinsi Andhra Pradesh, 1.636 orang meninggal sejak pertengahan Mei lalu. Pemerintah di Andhra Pradesh juga menggencarkan sosialisasi untuk menghadapi gelombang panas. "Kematian telah turun dalam beberapa hari terakhir," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Andara Pradesh, Tulsi Rani.

Para pejabat dinas kesehatan di Distrik Prakasam mengatakan situasi telah membaik dalam beberapa hari terakhir dan hanya beberapa orang masuk rumah sakit akibat suhu panas. "Tidak ada situasi yang terlalu mengkhawatirkan saat ini. Suhu panas telah turun dan jumlah pasien baru akibat gelombang panas tinggal sedikit," kata pejabat tinggi di Rajiv Gandhi Institute of Medical Sciences, JV Subbarao.

Pada Sabtu (30/5), suhu udara di India mencapai 45 derajat celsius. Sejumlah ramalan cuaca menyebut suhu panas akan terus berada di kisaran itu di sejumlah wilayah di India hingga minggu depan. Hujan diperkirakan baru akan turun di India dalam beberapa minggu mendatang. (AFP/Fox/I-1 )



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya