Tiongkok Klaim Reklamasi bukan Masalah

MI
01/6/2015 00:00
Tiongkok Klaim Reklamasi bukan Masalah
Sun Jianguo, Wakil Kepala Staf Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok(AP/Wong Maye-E)
TIONGKOK, kemarin, mengklaim proses reklamasi di wilayah sengketa Laut China Selatan beserta fasilitas yang dibangun di atasnya ditujukan untuk keperluan tanggung jawab internasional, seperti penanganan bencana.

Dalam konferensi tingkat tinggi pertahanan dan keamanan selama tiga hari yang berakhir kemarin, di Singapura, Sun Jianguo, Wakil Kepala Staf Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok, menyatakan situasi di Laut China Selatan pada tataran keseluruhan ialah damai dan stabil, serta tidak pernah memunculkan masalah dalam kebebasan navigasi.

"Tiongkok telah melakukan konstruksi pada beberapa pulau dan terumbu karang di Laut China Selatan terutama dengan tujuan meningkatkan fungsi pulau-pulau dan karang yang relevan, juga para pekerja dan personel ditempatkan di sana," ujarnya.

Selain untuk kebutuhan pertahanan, lanjutnya, reklamasi diarahkan untuk memenuhi tanggung jawab di lingkup internasional dan untuk keperluan pencarian dan penyelamatan (SAR) maritim. Fasilitas yang dibangun juga ditujukan untuk pencegahan bencana, penelitian ilmiah kelautan, pengamatan meteorologi, perlindungan lingkungan, keselamatan navigasi, produksi perikanan, dan berbagai layanan lainnya.

"Ketika berhadapan dengan sengketa maritim dengan negara tetangga yang terkait, Tiongkok selalu mengedepankan kepentingan yang lebih besar daripada keamanan maritim," ujar Sun dalam pertemuan tahunan yang dikenal sebagai Shangri-La Dialogue itu.

Sehari sebelum itu, dalam konferensi yang sama, Amerika Serikat (AS) menyatakan akan terus mengirimkan pesawat militer dan kapal ke wilayah sengketa di Laut China Selatan serta mendesak Tiongkok menghentikan reklamasi. Menteri Pertahanan AS Ashton Carter mengatakan dalam konferensi bahwa reklamasi yang dilakukan Beijing ialah aksi yang melanggar norma-norma internasional.

Di sisi lain, insiden terjadi di luar Hotel Shangri-La, Singapura, yang menjadi tempat digelarnya konferensi. Polisi menembak sebuah mobil yang menerobos barikade sehingga menewaskan satu dari tiga orang yang berada dalam mobil, sedangkan dua lainnya ditahan.

"Mereka diyakini dalam pengaruh narkoba dan ditemukan alat penggunaan obat pada pria yang ditangkap," kata polisi lewat pernyataan. Polisi juga menyebut insiden itu tidak berkaitan dengan konferensi dan penyelidikan masih dilakukan. (AFP/The China Post/Hym/I-1 )



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya