Perlu Mulai Vaksinasi Covid-19 Sinopharm

Nur Aivanni
10/2/2021 14:27
Perlu Mulai Vaksinasi Covid-19 Sinopharm
Ilustrasi(AFP)

PERU, pada Selasa, memulai program imunisasi virus korona. Itu dilakukan hanya dua hari setelah menerima 300.000 dosis vaksin dari perusahaan milik negara Tiongkok, Sinopharm.

Peru telah terpukul oleh gelombang kedua pandemi virus korona yang melanda Amerika Latin. Negara tersebut telah mencatat sekitar 1,2 juta kasus dan lebih dari 42.000 kematian akibat covid-19 di antara 33 juta populasinya.

Baca juga: 170 Masih Hilang, SAR India Terus Cari Korban Bencana Gletser

Rumah sakit penuh dengan hampir 13.800 pasien covid-19, sementara mereka juga melaporkan kekurangan oksigen untuk mengobati mereka yang memiliki masalah pernapasan.

Petugas kesehatan di beberapa rumah sakit di ibukota Lima adalah yang pertama menerima vaksin tersebut pada Selasa pagi.

Pesawat angkatan bersenjata meninggalkan ibu kota untuk membawa vaksin ke daerah yang paling parah terkena bencana di negara itu, seperti kawasan hutan Huanuco, sekitar 350 kilometer (220 mil) timur laut dari Lima.

Peru akan menerima 700.000 dosis lagi dari vaksin Tiongkok itu pada Minggu. Peru telah setuju untuk membeli 38 juta dosis vaksin Sinopharm dan 20 juta lagi dari Pfizer/BioNTech. Kesepakatan lain telah dibuat untuk membeli 14 juta vaksin AstraZeneca/Oxford.

Pihak berwenang belum mengumumkan kapan imunisasi untuk populasi yang lebih luas akan dimulai, tetapi negara itu berencana untuk memvaksinasi 26 juta orang.

Sementara itu, Argentina mengumumkan telah menyetujui penggunaan darurat vaksin Covishield buatan India.

Vaksin Covishield pada dasarnya sama dengan vaksin AstraZeneca/Oxford yang dikembangkan Inggris yang sebelumnya mendapat persetujuan pada akhir Desember. Argentina juga telah menyetujui penggunaan vaksin Sputnik V Rusia, yang telah menerima 820.000 dosis.

Negara tersebut memulai program imunisasi pada 29 Desember dan sejauh ini hanya menggunakan vaksin Sputnik V. Argentina mencatat di bawah dua juta kasus akibat virus korona dan lebih dari 49.000 kematian akibat infeksi tersebut di antara 44 juta populasinya. (AFP/OL-6)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya