Angka Kelahiran di Tiongkok Turun 30% pada 2020

Atikah Ishmah Winahyu
09/2/2021 16:19
Angka Kelahiran di Tiongkok Turun 30% pada 2020
Angka kelahiran Tiongkok jatuh ke level terendah sejak terbentuknya negara 70 tahun yang lalu.(AFP)

JUMLAH kelahiran yang terdaftar di Tiongkok turun hampir sepertiga pada tahun lalu, menunjukkan bahwa relaksasi terhadap kebijakan keluarga berencana yang ketat, gagal memicu ledakan kelahiran.

Setelah beberapa dekade menerapkan kebijakan satu anak, Beijing mengubah aturan pada 2016 untuk mengizinkan keluarga memiliki dua anak karena kekhawatiran tentang populasi Tiongkok yang cepat menua dan menyusutnya tenaga kerja.

Baca juga: Tren Terkini Generasi Pandemi Peduli Lingkungan

Angka dari Kementerian Keamanan Publik yang dirilis pada Senin menunjukkan bahwa jumlah kelahiran yang terdaftar sebanyak 10,04 juta pada tahun 2020, turun lebih dari 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menjadi tahun keempat berturut-turut penurunan angka kelahiran di Tiongkok.

Menurut data resmi, komposisi gender di Tiongkok adalah 52,7 persen anak laki-laki dan 47,3 persen perempuan.

Tiongkok memperkenalkan kebijakan satu anak pada akhir 1970-an sebagai upaya dramatis untuk memperlambat pertumbuhan populasi yang cepat, sebelum membalikkannya pada 2016.

Namun perubahan tersebut belum menghasilkan ledakan bayi, dengan wanita Tiongkok yang bekerja sering menunda atau menghindari persalinan serta pasangan muda menyalahkan kenaikan biaya dan dukungan kebijakan yang tidak memadai untuk keluarga.

Pada bulan November, Tiongkok memulai sensus satu dekade sekali, dengan banyak perhatian pada apakah hal itu mengindikasikan adanya lonjakan populasi akibat pelonggaran aturan keluarga berencana.

Pakar demografis memperkirakan perlu waktu 15 tahun agar kebijakan dua anak berdampak nyata pada jumlah populasi. Sementara itu, pensiunan Tiongkok diperkirakan akan berjumlah 300 juta pada tahun 2025.

Media pemerintah Tiongkok pada bulan Desember mengutip menteri urusan sipil Li Jiheng yang mengatakan tingkat kesuburan negara itu telah turun drastis, jauh di bawah tingkat penggantian populasi 2,1 kelahiran per wanita. (France24/OL-6)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya