LETUSAN Gunung Shindake yang berada di Pulau Kuchinoerabu, kemarin, menyebabkan warga di pulau yang berada di selatan Jepang itu diungsikan. Gambar yang diambil Badan Meteorologi Jepang memperlihatkan awan hitam setinggi 9.000 meter keluar dari gunung tersebut. Selain awan hitam, letusan itu juga menyebabkan gempa vulkanis selama 5 menit. Rekaman televisi memperlihatkan aliran lahar yang mengalir turun di sisi gunung menuju salah satu pelabuhan yang ada di Pulau Kuchinoerabu.
Abu juga mengotori laut yang mengelilingi pulau itu. Abu pun terlihat di puncak Gunung Shindake sehingga penampilannya bak tertutup salju. Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Jepang mengatakan mereka telah mengungsikan seluruh 140 warga pulau itu dengan seorang warga lansia mengalami luka ringan di wajah. Warga Pulau Kuchinoerabu diungsikan ke sebuah pulau terdekat dengan menumpang perahu milik penjaga pantai serta sebuah feri.
Pemimpin komunitas Pulau Kuchinoerabu, Nobuaki Hayashi, mengatakan bahwa letusan gunung itu terjadi pada pukul 10.00 waktu se-tempat. "Awan hitam terlihat naik dari puncak gunung. Di luar langsung gelap gulita," ujarnya. Gunung Shindake telah diawasi sejak meletus pada tahun lalu dengan area eksklusi sepanjang 2 kilometer. Namun, letusan kemarin membuat para pakar vulkanologi meningkatkan kesiagaan menjadi level lima atau level tertinggi dan warga harus diungsikan.
Direktur Divisi Vulkanologi Badan Meteorologi Jepang, Sadayuki Kitagawa, mengatakan bahaya Gunung Shindake belum berakhir. "Sangat mungkin letusan dengan skala yang sama akan terjadi di masa depan. Kami meminta warga untuk mewaspadai aliran lahar dan terus menaati instruksi evakuasi." Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengaku telah memobilisasi seluruh pihak terkait untuk memastikan keselamatan warga termasuk menyiapkan kapal milik penjaga pantai dan helikopter militer. "Saya memerintahkan pihak yang berwenang untuk mengumpulkan informasi mengenai kerusakan, memastikan warga selamat lewat evakuasi, dan meningkatkan pengawasan terhadap gunung tersebut," ungkap Abe.