PEMIMPIN spritual Tibet Dalai Lama mendesak rekannya sesama pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi, untuk berbuat lebih banyak guna membantu warga Rohingya yang ditindas pemerintah Myanmar.
Meskipun ribuan orang Rohingya melarikan diri dari Myanmar dengan melakukan perjalanan berbahaya lewat laut ke sejumlah negara Asia Tenggara untuk keluar dari masalah kemiskinan dan perlakuan diskriminatif di negara itu, Suu Kyi yang merupakan pemimpin oposisi belum juga berkomentar.
Para pengamat mengaitkan sikap bungkam Suu Kyi dengan kekhawatiran ia bisa ditinggal para pemilih menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan November mendatang.
Sebagai sosok peraih Hadiah Nobel Perdamaian, sikap diam Suu Kyi terhadap penderitaan Rohingya dinilai mencederai perjuangannya di bidang demokrasi di Myanmar selama ini.
Dalai Lama ke-14 itu menegaskan bahwa Suu Kyi harus bicara dan menambahkan bahwa ia secara personal telah mengajukan permohonan kepada pemimpin Liga Nasional untuk Demokrasi itu sejak 2012.
Permohonan itu disampaikan Dalai Lama ketika kekerasan sektarian mematikan terjadi di Negara Bagian Rakhine, antara komunitas Rohingya dan umat Buddha lokal.
''Ini sangat menyedihkan. Di Burma (Myanmar), saya berharap Aung San Suu Kyi, sebagai pemenang Hadiah Nobel, bisa melakukan sesuatu,'' katanya, Kamis (28/5), dalam sebuah wawancara menjelang kunjungan ke Australia, pekan depan.
''Saya mengutarakan tentang masalah ini (krisis Rohingya) dan dia bilang dia menemukan beberapa kesulitan. Dia menyebut hal itu tidak sederhana, tetapi sangat rumit,'' kata Dalai Lama.
''Namun, terlepas dari itu, saya merasa dia (Suu Kyi) bisa melakukan sesuatu.''(AFP/Hym/I-2)