Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN oposisi Rusia Alexei Navalny, Senin (18/1), meminta para pendukungnya untuk turun ke jalan setelah pengadilan memutuskan dirinya harus dipenjara selama 30 hari.
Sidang yang digelar di sebuah kantor polisi di luar kota Moskow, tempat Navalny ditahan, memutuskan menerima permintaan jaksa agar Navalny ditahan hingga 15 Februari mendatang.
Polisi kemudian memindahkan pengkritik Kremlin itu ke Penjara Matrosskaya Tiskina, yang terkenal sebagai penjara tempat pengacara Sergei Magnitsky meninggal dunia pada 2019 saat ditahan menjelang sidang.
Baca juga: Jerman Juga Menuntut Alexei Navalny Segera Dibebaskan
Navalny, pengkritik utama Presiden Vladimir Putin, dibawa ke kantor polisi itu setelah ditangkap di bandara pada Minggu (17/1) yang memicu kritik dari negara-negara Barat yang menuntut agar dia segera dibebaskan.
Dalam video yang dirilis timnya, tidak lama setelah vonis pengadilan itu, aktivis antikorupsi berusia 44 tahun itu mendesak para pendukungnya untuk menggelar aksi protes.
"Jangan diam. Lawan. Turun ke jalan, bukan untuk saya namun untuk kaliam semua," ujar Navalny.
Kepala jaringan regional Navalny mengatakan aksi demonstrasi nasional akan tengah dipersiapkan untuk digelar pada Sabtu (23/1).
Otoritas penjara Rusia, FSIN, mengatakan Navalny ditahan karena melanggar aturan masa percobaan yang dijatuhkannya pada 2014 atas tuduhan penipuan. Navalny menyebut vonis itu bermotif politik. (AFP/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved