Konferensi Perdamaian Ditunda

MI/AFP/Pra/I-2
26/5/2015 00:00
Konferensi Perdamaian Ditunda
(AP)
KONFERENSI Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirancang untuk mendesak perdamaian di Yaman ditunda. "Saya dapat memastikan bahwa pertemuan untuk menyelesaikan konflik Yaman akan ditunda," kata seorang pejabat PBB. Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait dengan penundaan perundingan damai tersebut. Penundaan itu juga menggarisbawahi sulitnya upaya mempertemukan para pihak yang bertikai di meja perundingan. Sebelumnya, Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi telah meminta Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon agar perundingan tersebut diawali dengan penarikan pasukan kelompok pemberontak Syiah Houthi dari wilayah yang telah mereka kuasai.

Kendati demikian, banyak pengamat berpendapat bahwa penundaan pembicaraan damai yang diprakarsai oleh PBB berkaitan dengan pernyataan Mansour Hadi yang menolak menghadiri pembicaraan damai tersebut. Sebelumnya, PBB dilaporkan telah memutuskan untuk memprakarsai pembicaraan damai bagi seluruh pihak yang berkonflik di Yaman. Hal itu dilakukan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama hampir dua bulan di Yaman.

Perundingan itu sedianya dijadwalkan pada Kamis (28/5) mendatang di Jenewa, Swiss. Penundaan itu merupakan pukulan bagi PBB untuk menengahi pertikaian di negara tempat hampir 2.000 orang tewas sejak Maret lalu. Hadi menuntut implementasi penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2216. Resolusi itu menyerukan agar kelompok Houthi melepaskan wilayah yang telah mereka kuasai.

"Resolusi itu harus dilaksanakan terlebih dahulu sebelum pembicaraan dilakukan. Sulit bagi kami untuk menghadiri pertemuan di Jenewa pada Kamis nanti dalam keadaan seperti saat ini," ujar juru bicara pemerintah Raja Badi. Lebih dari 545.000 orang telah mengungsi dalam konflik Yaman dan meskipun bebe-rapa bantuan tiba minggu lalu selama gencatan senjata lima hari, orang masih kekurangan kebutuhan dasar, termasuk air, listrik dan bahan bakar.

Bantuan kemanusiaan
Sementara itu, sebuah kapal yang membawa 460 ton bantuan kemanusiaan dari Uni Emirat Arab (UAE) telah merapat ke pelabuhan Aden pada Minggu (24/5). Koordinator bantuan lokal, Ali al-Bikri, mengatakan itu merupakan bantuan kedua yang dikirimkan UEA dalam kurun dua pekan terakhir. Sebelumnya, UAE telah mengirimkan 1.200 ton bantuan pada pekan lalu. "Bantuan tersebut berisi obat-obatan dan makanan," ujar Ali. Kapal lain yang membawa 400 ton mesin diesel juga telah tiba pada Jumat (22/5). "Aden membutuhkan setidaknya 200 ribu bantuan makanan untuk para peng-ungsi," tambah Bikri.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya