Hezbollah Siap Perangi IS di Suriah

MI/AFP/Aljazeera/Drd/I-2
26/5/2015 00:00
Hezbollah Siap Perangi IS di Suriah
(AP)
KONFLIK di wilayah Suriah diprediksi kian panjang. Konflik tidak hanya melibatkan kelompok militan Sunni, Islamic State (IS), kelompok pemberontak, dan tentara pemerintah Suriah yang didukung milisi Syiah lokal. Kini, kelompok milisi Syiah bersenjata, Hezbollah asal Libanon, pun telah berada di Suriah. Pemimpin Hezbollah Libanon Hassan Nasrallah menegaskan para pejuangnya akan meluaskan operasi di negara yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad itu. Pasukan milisi asal Libanon itu bertekad memberangus kelompok ekstremis Sunni.

Selain mengerahkan pasukan Hezbollah melintasi perbatasan Libanon-Suriah, Narsallah melontarkan kritik pedas. Dia mengecam kelompok-kelompok anti-Assad dan menilai kelompok-kelompok itu juga akan menjadi target serangan IS. "Sekarang, kami menghadapi bahaya yang tidak diduga dalam sejarah yang juga mengancam kemanusiaan," tegas Nasrallah, kemarin, bersamaan dengan peringatan penarikan tentara Israel dari Libanon pada 2000.

"Ini bukan hanya ancaman terhadap pertahanan di Libanon, sektor dari rezim di Suriah, pemerintah di Irak, atau kelompok di Yaman. Ini ancaman bagi semua orang," ucap Nasrallah dalam pidato yang ditayangkan di layar raksasa di Kota Nabatiyeh, Libanon. "Kami mengundang semua orang di Libanon untuk bertanggung jawab dan melawan bahaya ini dan mengakhiri pangku tangan dan sikap keengganan," ajak pemimpin Hezbollah Libanon itu.

Sejak Maret 2011, Hezbollah secara terus terang mendukung pemerintah Suriah di bawah kepemimpinan Bashar al-Assad. Bahkan, milisi Hezbollah menjadi bagian penting dari Al-Assad dalam melawan kelompok antipemerintah dan kelompok militan Sunni, IS. Nasrallah mengaku kecewa dengan intervensi pihak asing yang menyebabkan ketegangan di Libanon. Intervensi negara-negara Arab terhadap pemerintahan Al-Assad disebutnya menyebabkan Suriah terjerumus dalam konflik bersenjata berkepanjangan.

Sebaliknya, dia membela keterlibatan Hezbollah dalam kancah peperangan di Suriah. Pemimpin kelompok Syiah Libanon itu menegaskan kehadiran Hezbollah di wilayah Suriah sebagai upaya penyelamatan dari kelompok-kelompok ekstremis Sunni. Sehari sebelumnya, Nasrallah mengatakan pemerintah Suriah dikepung kelompok Sunni, IS, dan kelompok pemberontak Front al-Nusra yang berafiliasi dengan jaringan Al-Qaeda. Sementara itu, tentara pemerintah pro-Assad dibantu dan didukung Hezbollah.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya