Lahan Perkebunan Jadi Area Baku Tembak

26/5/2015 00:00
Lahan Perkebunan Jadi Area Baku Tembak
(AP/Eduardo Verdugo)
RODOLFO Chagoya tengah memotong kayu-kayu bakar di dekat daerah peternakan El Sol di wilayah barat Meksiko. Tiba-tiba terdengar suara yang sangat mengejutkan.

"Saya dengar rat-at-at-at! Itu sangat menakutkan," ucap Chagayo.

Petani jagung itu mengatakan rentetan suara senjata itu didengarnya Jumat (22/5). Beberapa jam kemudian, Chagayo mendapat kabar bahwa 42 orang yang diduga pelaku kriminal dan seorang polisi tewas dalam baku tembak.

"Anda tidak pernah biasa dengan hal seperti itu," ucap Chagoya yang mengenakan topi anyaman saat berbicara di El Sol, dekat dengan Kota Ecuandureo.

Rekan Chagayo juga mengeluh karena tidak bisa menjual hasil pertanian.

Rentetan suara senjata api kerap terdengar di daerah sekitar El Sol. Chagayo mengaku kerap dihantui ketakutan saat bekerja di daerah pertanian yang rutin dilanda kekerasan.

Daerah pertanian dan peternakan di El Sol telah biasa menjadi area baku tembak antara aparat keamanan dan kartel narkoba selama satu dekade terakhir di Meksiko. Bahkan, insiden ledakan mobil dan serangan dengan senjata laras panjang lumrah terjadi di ladang jagung milik warga setempat.

Kejadian serupa telah pula menjadi pemandangan biasa di Tanhuato, Negara Bagian Michoacan, yang berbatasan dengan Jalisco. Wilayah di dua negara bagian itu telah menjadi ajang kekerasan paling mengerikan dari perang antarkartel narkoba.

Bulan ini, seorang kandidat wali kota diserang di Kota Yurecuaro dekat Kota Tanhuatu di Negara Bagian Michoacan. Penyerangan yang dilakukan kelompok kartel narkoba itu terjadi menjelang pelaksanaan pemilihan wali kota setempat pada 7 Juni mendatang.

Wali Kota Tanhuato Gustavo Garibay juga diserang kelompok bersenjata pada Maret 2014. Dalam penyerangan itu, sekretaris jenderal Kota Tanhuato terbunuh oleh kelompok bersenjata yang diduga kuat salah satu kelompok kartel narkoba.

Di Kota La Barca, Negara Bagian Jalisco, yang berbatasan dua negara bagian lainnya, ditemukan kuburan massal dengan 64 jenazah pada 2013.

"Masih banyak orang hilang dan tewas yang belum ditemukan," kata seorang pria renta yang menolak menyebutkan namanya di Tanhuato. "Ini daerah tak bertuan." (AFP/Deri Dahuri/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya